biruvoice.com - Menambah Wawasan, Menghadirkan Keindahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Hot Update

Statement BIRU Voice sekitar 2 bulan yang lalu tentang pencemaran di celah Timor akibat kebocoran ladang minyak Montara, baru sekarang ditanggapi Preisden SBY. BIRU Voice mengharapkan pemerintah dapat membentuk Tim Independen yang tidak terkendala oleh birokrasi dan kepentingan politik, melainkan sungguh-sungguh dapat melakukan investigasi dan langkah-langkah yang cepat untuk membantu rakyat yang terkena akibat secara langsung.

 

Berita terkait:

Latar Belakang

Surel Cetak PDF

• Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC) mempublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Ternyata selama tahun 1990-2005 telah terjadi peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15-0,30o C.
Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan tahun 2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih terus memanas, maka pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan akan meluas di seantero jagat.

• Gejala serupa terjadi di Indonesia. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu C minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun. Kota Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87o C per tahun. Tanda yang tampak jelas adalah menghilangnya salju yang dulu menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia, yaitu Gunung Jayawijaya, di Papua.

• Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007) tak kalah mengkhawatirkan. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Dan jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daerah-daerah di Jakarta (seperti: Kosambi, Penjaringan, Cilincing), dan Bekasi (seperti: Muaragembong, Babelan, Tarumajaya) akan terendam.

• Pemanasan global juga mengancam kedaulatan negara.
Es yang meleleh di kutub-kutub, mengalir ke laut lepas menyebabkan permukaan laut bumi - termasuk laut di seputar Indonesia - terus meningkat, sehingga pulau-pulau kecil terluar kita tenggelam dan lenyap dari peta bumi, yang mengakibatkan garis kedaulatan Indonesia menyusut.

• Gejala yang sangat jelas dari dampak pemanasan global adalah berubahnya iklim. Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski seharusnya sudah memasuki musim kemarau. Dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari kondisi normal.

• Indonesia disebut menjadi negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang efek gas rumah kaca, yang berasal dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah menjadi permukiman atau hutan industri).
Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, maka 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan di Kalimantan yang habis, dan 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak bisa lagi menghirup udara bersih.

• Prihatin terhadap perubahan iklim sebagai dampak dari pemanasan global, dan bahayanya bagi umat manusia, termasuk bagi bangsa Indonesia, maka beberapa orang muda dari berbagai latar belakang pendidikan, profesi, dan asal-usul, terpanggil untuk membentuk Lembaga Swadaya Masyarakat yang menaruh perhatian secara khusus terhadap perubahan iklim (climate change), yang diberi nama "BIRU Voice" .

• Mengapa menggunakan nama BIRU Voice, bukan BLUE atau GREEN?
Karena yang mau disuarakan bukan hanya masalah penghijauan, melainkan masalah lingkungan yang lebih luas, yang mengakibatkan timbulnya perubahan iklim. Digunakan kata BIRU untuk menunjukkan bahwa LSM ini berasal dari Indonesia, sekaligus untuk lebih mempopulerkan bahasa Indonesia secara Internasional.

You are here: Profil Latar Belakang

Copyright © 2007-2010 www.biruvoice.com. All Right Reserved. Designed by Nur Cholikul Anwar.