biruvoice.com - Menambah Wawasan, Menghadirkan Keindahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Hot Update

Statement BIRU Voice sekitar 2 bulan yang lalu tentang pencemaran di celah Timor akibat kebocoran ladang minyak Montara, baru sekarang ditanggapi Preisden SBY. BIRU Voice mengharapkan pemerintah dapat membentuk Tim Independen yang tidak terkendala oleh birokrasi dan kepentingan politik, melainkan sungguh-sungguh dapat melakukan investigasi dan langkah-langkah yang cepat untuk membantu rakyat yang terkena akibat secara langsung.

 

Berita terkait:

Press Release

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 2
JelekBagus 

[Update 27 Juli 2010 16:30]

PRESS RELEASE

BIRU Voice adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) yang menaruh kepedulian terhadap lingkungan hidup dan perubahan iklim.
(www.biruvoice.com).

Hari Rabu, 10 Maret 2010 pukul 11.00 WIB, BIRU Voice melakukan unjuk rasa ke Kedutaan Australia di Indonesia untuk menyampaikan Seruan BIRU Voice terkait pencemaran lingkungan yang terjadi akibat meledaknya ladang minyak Montara di Celah Timor, Australia, pada tanggal 21 Agustus 2009.

(http://lautkita.blogspot.com/2010/01/tumpahan-minyak-montara-cemari-laut.html).

 

Menurut Suryo Susilo, Ketua BIRU Voice, Ladang minyak Montara yang meledak tersebut, letaknya dekat dengan gugusan Pulau Pasir (ashmore reef) yang menjadi pusat pencarian ikan dan biota laut lainnya oleh nelayan tradisional Indonesia. Ladang minyak Montara dikelola oleh PTTEP Australasia, perusahaan minyak asal Thailand.

Muntahan ratusan ribu liter minyak mentah perhari yang menjadi akibat meledaknya ladang minyak Montara tersebut telah mencemari perairan Laut Timor dan lingkungan di sekitarnya, serta mengancam seluruh habitat yang berada di kawasan tersebut.

Faisal Saleh, Wakil Ketua BIRU Voice menambahkan, yang lebih memprihatinkan adalah adanya informasi bahwa akibat dari meledaknya ladang minyak Montara juga mengakibatkan luapan lumpur panas, yang fenomenanya mirip dengan kebocoran gas Lapindo, yaitu terjadi luapan lumpur panas (mud vulcano).

Menurut Makarius Wangge dan Marcel, aktivis dari NTT, dampak pencemaran tersebut telah dirasakan akibatnya oleh para nelayan dan petani rumput laut di Timor Barat, yaitu di perairan Rote Ndao dan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Sehubungan dengan itu, BIRU Voice menyampaikan SERUAN yang dialamatkan kepada Pemerintah Australia di Canberra, melalui Kedutaan Besar Australia di Jakarta, yang isinya sebagai berikut:

  1. Agar pemerintah Australia lebih serius dalam penanganan dampak perusakan lingkungan di celah Timor akibat kebocoran ladang minyak Montara, yang merusak biota laut hingga ke wilayah Indonesia.
  2. Agar pemerintah Australia lebih manusiawi dalam menangani para nelayan NTT yang akibat pencemaran terpaksa melaut dan memasuki wilayah Australia.
  3. Agar PTPEP Australasia memberikan ganti rugi yang sepadan kepada nelayan dan petani rumput laut yang terkena dampak langsung akibat pencemaran di perairan Timor, serta melakukan perbaikan lingkungan yang terkena dampak pencemaran akibat kebocoran ladang minyak Montara.

Suryo Susilo menegaskan bahwa BIRU Voice meminta agar ada penjelasan yang terbuka dari Pemerintah Australia terhadap progres dari penanganan yang telah dilakukan terhadap dampak dari pencemaran lingkungan, yang telah merusak ekosistem di Celah Timor hingga ke wilayah perairan Indonesia. Hal ini diperlukan agar tidak terdapat kesimpang siuran informasi, termasuk informasi bahwa para nelayan dan petani rumput laut yang terkena dampak pencemaran belum mendapatkan ganti rugi yang memadai.

Faisal Saleh mengharapkan agar dalam agenda kunjungan presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Canberra juga membicarakan masalah yang mencemari lingkungan dan merugikan rakyat Indonesia, akibat dari meledaknya ladang minyak Montara di Celah Timor, Australia.

Makarius dan Marcel menambahkan, apabila dalam minggu ini belum juga diperoleh penjelasan yang terbuka, maka minggu depan BIRU Voice akan kembali melakukan unjuk rasa di Kedutaan Australia, hingga apa yang diserukan oleh BIRU Voice mendapat tanggapan yang memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat NTT yang terkena dampak langsung, serta perbaikan terhadap lingkungan dan ekosistem di wilayah yang terkena dampak pencemaran.

Jakarta, 10 Maret 2010
pressrelease/bv/10/3/2010

 

Dokumentasi Foto: http://www.biruvoice.com/galeri/foto/category/19-montara-cemari-laut.html

 

Beberapa Situs Yang Mempublikasikan Kegiatan Ini:

  1. http://foto.vivanews.com/read/1832-aksi_di_biru_depan_kedubes_australia
  2. http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=4&jd=Minggu+Depan+BIRU+Voice+Akan+Kembali+Unjuk+Rasa+di+Kedutaan+Australia&dn=20100311143006
  3. http://myzone.okezone.com/index.php/content/read/2010/03/11/3/1191/australia-harus-perhatikan-nasib-nelayan-indonesia-timur
  4. http://www.satunews.com/read/7672/2010/03/10/biru-voice-unjuk-rasa-ke-kedubes-australia-html
  5. http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2010/03/11/89493/Pemerintah-Australia-Harus-Perhatikan-Nasib-Nelayan-Indonesia-Timur
  6. http://bataviase.co.id/node/126595

Update Berita:
Foto CELAH TIMOR 4, dirilis World Wildlife Fund (WWF) dan diambil pada 28 September 2009. Corak putih mirip aliran sungai di gambar ini adalah limbah akibat kebocoran minyak mentah di Celah Timor, yang mencemari perairan Australia, Timor Leste, dan Indonesia.

Â

Comments  

 
0 #2 Muhammad Syamsuddin 2010-03-16 09:44
Seandainya pemerintah Australia menjawab begini kira2 gimana ya:

"mud volcano di ladang montara adalah bencana alam, jadi bukan salah perusahaan Australia..
oleh karena itu kami tidak perlu memberi ganti rugi.. seperti yang terjadi di Sidoarjo dimana pemerintah
Indonesia menyatakan mud volcano nya sebagai bencana alam dan bukan tanggung jawab Lapindo.."
Peace, salam
Sam
Quote
 
 
0 #1 Marindo Palar 2010-03-16 09:36
So, what are going todo with this case...??

Salam,
Marindo Palar
PT.PHALESTINA
CV.MARROSLESTARI
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

You are here: Berita Surat Pembaca Press Release

Copyright © 2007-2010 www.biruvoice.com. All Right Reserved. Designed by Nur Cholikul Anwar.