biruvoice.com - Menambah Wawasan, Menghadirkan Keindahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Hot Update

Statement BIRU Voice sekitar 2 bulan yang lalu tentang pencemaran di celah Timor akibat kebocoran ladang minyak Montara, baru sekarang ditanggapi Preisden SBY. BIRU Voice mengharapkan pemerintah dapat membentuk Tim Independen yang tidak terkendala oleh birokrasi dan kepentingan politik, melainkan sungguh-sungguh dapat melakukan investigasi dan langkah-langkah yang cepat untuk membantu rakyat yang terkena akibat secara langsung.

 

Berita terkait:

Tri Mumpuni - Berawal dari Keprihatinan

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 91
JelekBagus 

tri mumpuni.jpgNama Tri Mumpuni tidaklah asing bagi masyarakat Indonesia dan mungkin dunia sekarang ini. Namanya muncul seiring dengan keprihatinannya ketika melihat kondisi rakyat pedesaan yang seolah tidak mengenal peradaban. Puni (panggilan akrabnya) memang seringkali jalan-jalan ke pedesaan seperti Jawa Barat, Kalimantan, dan lainnya.

Puni pun terketuk hatinya ketika melihat secara langsung kehidupan yang berlangsung di pedesaan. Puni yang melihat kehidupan di pedesaan sungguh mencemaskan. Bagaimana tidak kalau di desa tersebut belum mendapat aliran listrik. Kita bisa dibayangkan betapa gelapnya ketika malam sudah tiba.
Tetapi seketika itu Puni juga sadar. Bahwa desa yang belum mendapat aliran listrik bisa saja terjadi karena memang amat sangat terpencil. Sebutlah Dusun Palanggaran dan Cicemet, enclave di Gunung Halimun, Sukabumi, Jawa Barat. Untuk bisa sampai ke sana tidak bisa dilalui dengan kendaraan. Jangan roda empat, roda dua pun terasa amat sangat sulit.
Menuju ke tempat tersebut tidak boleh tidak harus berjalan kaki selama 9 jam. Bisa juga naik motor roda dua tetapi rodanya harus diberi rantai. Jika tidak sangat mustahil bisa sampai ke desa terpencil tersebut. Pasalnya, jalan hanya setapak, itu pun licin.
Ketika melihat secara langsung, seketika itu Puni terketuk hatinya untuk membangun aliran listrik untuk menerangi dusun tersebut. Puni pun berusaha mencari jalan keluarnya. Melalui IBEKA (Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan), lembaga swadaya masyarakat yang didirikan pada 17 Agustus 1992 bersama suaminya, Iskandar Budisaroso Kuntoadji, Puni mulai menyusun strategi jalan keluarnya.
Dengan proposal, Puni "berjualan" konsep. Dalam proposal terdapat rencana teknik dan rencana anggaran biaya. Proposal tersebut dibawa ke mana-mana termasuk kedutaan besar. Ternyata proposal tersebut banyak mendapat sambutan dari Kedutaan Besar Jepang.

"Kami memang tidak pernah menggunakan dana Anggaran Pendapat dan Belanja Negara (APBN) karena sistem APBN tidak mengakomodasi proses pemberdayaan masyarakat. Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 80 Tahun 2003 mengharuskan adanya tender. Tidak mungkin rakyat kecil mengakses," ujar Tri Mumpuni.

Bangun Kesadaran

Ketika sudah mendapatkan dana, Puni mulai mendatangi kembali desa/dusun tersebut. Awal mula Puni bersama suaminya bertemu dengan tokoh masyarakat setempat dan mengutarakan maksud dan tujuannya. Ketika terjadi kesepakatan Puni mulai bekerja.
Pertama kali yang dilakukan Puni dan suaminya adalah membangun kesadaran tentang pentingnya penerangan bagi kehidupan. Ia menyadarkan mereka (masyarakat) bahwa pembangkit listrik itu milik mereka dan karena itu mereka harus memeliharanya dengan baik bukan hanya turbinnya tetapi juga kontinuitas aliran air sepanjang tahun.

Dalam membangun kesadaran Puni melakukannya di semua tempat. Kalau masyarakatnya terdiri dari orang-orang Kristiani, maka tempatnya di gereja. Sebaliknya, kalau masyarakatnya terdiri dari komunitas Muslim, maka tempatnya di masjid. Bahkan bisa pula di rumah adat seperti di Kalimantan.
Setelah kesadaran terbentuk, Puni dan suaminya kemudian membentuk tim. Tujuannya tidak lain agar jika sudah terbangun pembangkit listrik ada yang bertanggung jawab terhadap kelestariannya. Tim ini pula yang terus-menerus memantau jalannya mesin microhydro (turbin) tersebut dan jalannya air sepanjang tahun.

Selain itu, tim ini juga bertanggung jawab atas biaya yang...

 

Tim ini pula yang terus-menerus memantau jalannya mesin microhydro (turbin) tersebut dan jalannya air sepanjang tahun.


Pertama kali yang dilakukan Puni dan suaminya adalah membangun kesadaran tentang pentingnya penerangan bagi kehidupan.

 

...harus dibayar pelanggan sebagai dana abadi dan dana itu untuk memelihara pembangkit listrik itu. Karena itu, Puni dan suaminya membentuk ketua, bendahara, sekretaris, sampai orang yang bisa bongkar-pasang mesin sebagai operator.

Ternyata mereka sangat antusias dengan arahan dan rencana pembangunan tersebut. Setelah mereka mahir mengoperasikannya, Puni dan suaminya secara perlahan-lahan mulai meninggalkan desa tersebut untuk kemudian mencari desa terpencil lain yang belum mendapat aliran listrik.
Desa Krueng Kala, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar merupakan salah satu sekian banyak yang berhasil diterangi listrik oleh Puni dan suaminya. Masyarakat desa ini tidak sedikit pun menyumbang untuk listrik tersebut. Begitu juga Puni dan suaminya. Masyarakat desa Krueng Kala Aceh Besar tersebut mendapat aliran listrik berkat lembaga swadaya internasional yang membantunya dengan proyek Cash for Work. Orang dibayar Rp 50.000-100.000 sehari untuk mengangkut batu dan membersihkan sampah di rumah mereka sendiri.

Berbeda dengan desa Krueng Kala, dusun Palanggaran di Sukabumi tempat awal Puni berkarya, sama sekali tidak mendapat bantuan dari manapun. Awalnya masyarakat masih susah dimintai iuran. Namun setelah enam bulan berlalu, Puni kembali lagi ke Dusun Palanggaran. Hal tak disangka pun terjadi. Di desa tersebut sudah memiliki kas sebesar Rp 23 juta. "Padahal, sebelumnya sulit sekali menentukan uang langganan karena mereka merasa tidak punya uang," kenang Puni.

Lalu yang menakjubkan lagi, ada aturan baru desa yang melarang menebang pohon apa pun dalam jarak 50 meter di kiri dan kanan sungai. Mereka pun menanam pohon buah-buahan supaya bisa dapat hasil dari buah itu.

Hingga sekarang Puni dan suaminya sudah menerangi 60 lokasi dengan tenaga microhydronya. Bagi alumnus IPB ini listrik bukan tujuan utamanya, tetapi bagaimana membangun potensi desa supaya mereka berdaya secara ekonomi dan lainnya. Dengan begitu, mereka bisa mengenali peradabannya dan membangun peradabannya.

Berkat belas kasih dan konsernya Puni sudah mendapat beberapa penghargaan dari pemerintah dan lembaga internasional, seperti Climate Hero dari World Wildlife Fund for Nature (2005), Fellow Ashoka (2006), tokoh Pengembangan Energi Terbarukan dan Penghematan Energi (2007), dan Pendekar Lingkungan Hidup RI (2008).

Semoga ada Tri Mumpuni lain yang berkomitmen terhadap desa terpencil. Selamat kepada Tri Mumpuni dan suaminya, anak bangsa yang akan mengenangmu sepanjang masa. (Yanto Bashri )

Comments  

 
0 #138 nita 2011-11-23 14:55
maaf bu minta ijin kisahnya boleh saya tampilkan dimedia internal kami .sebuah free magazine untuk doatur zakat. smg dpat menjadi hikmah bagi yang lain, dan memberi makin banyak manfaat.
Quote
 
 
0 #137 azhar 2011-03-27 13:44
bu pun emang Te O Pe begete..Jossss.....
Quote
 
 
0 #136 azhar 2011-03-27 13:43
Bu puni emang Te O Pe begete..joosss
Quote
 
 
0 #135 lopez gila 2010-08-17 22:04
Tiada kata yang bisa terucap Untuk ibu, semoga apa yang telah ibu berikan mendapatkan rahmad DariNYA, Mohon bimbingan untuk bisa seperti ibu berguna bagi orang lain . . .
Quote
 
 
+1 #134 yuni 2010-07-23 13:00
saya butuh email or no.telpon bu tri mumpuni, ada yg bisa bantu saya. bisa kirim melalui email saya. makasih.
Quote
 
 
+1 #133 BUDI RUDIANA 2010-06-06 15:34
Allohu Akbar. Berkahilah teruz mba Puni dan Suaminya atas segala amal kebaikan mereka selama ini
Quote
 
 
+1 #132 BUDI RUDIANA 2010-06-06 15:31
Allohu Akbar, semoga amal mba puni ini diterima Alloh. Amien.
Kalo boleh tahu dimana alamat sekarang?
Quote
 
 
-1 #131 RAHMATULLAH 2010-04-29 05:54
:-) :-):
Quote
 
 
+2 #130 RAHMATULLAH 2010-04-29 05:49
Kami mendengar dan kami ingin mencontoh untuk itu tolong pencerahan, karena kadang kami asyik dengan dunia kami...Ya Allah berilah kesadaran dan kekuatan agar kami jadi Puni yang lain karena banyak seklai masalah di negeri ini...Kami mohon....Ya Tuhan......amin

Thanks for this ..

If your friends have a problem about THIS
Quote
 
 
+2 #129 agung prasojo 2010-04-29 04:28
subhanallah, terima kasih ya Allah telah kau tunjukan manusia berhati malaikat dari sekian juta umat yang mendewakan duniawi.....
Quote
 
 
+2 #128 ian 2010-04-29 03:08
salut luar biasa. perjuangan mbak tri mumpuni pasti mampu menginspirasi seluruh negeri.........meski didada ini terasa sesak. baru ketika orang luar negeri (OBAMA) memberi pujian kita tersentak bangga dan latah mengangkat anak bangsa untuk dibangga-banggakan. banyak potensi anak bangsa yang tidak tergali oleh pemerintah malah berkarir membangun negara lain. sementara anak bangsa yang bekerja keras dan ikhlas membangun bangsa tidak mendapat apresiasi semestinya atau dipromosikan sebagai inspirator2 negeri....semoga pemerintah sadar dan tidak sibuk mempertahankan kekuasaan....
Quote
 
 
+2 #127 Nugraha Jaya Sakti 2010-04-29 01:05
Sungguh luarbiasa terkesannya saya terhadap mbak puni dan suami yg mau memperjuangkan hak hidup bagi masyarakat miskin...surgalah tempat anda...buah dari upaya keras anda dan suami akan terkenang selamanya di negri yang boborok akhlak ini...semoga menjadi cermin bagi para pejabat-pejabat yang hanya bisa berucap namun miskin ibadah..!!!
Quote
 
 
+2 #126 Dedy 2010-04-28 23:35
Subhanallah, Bravo utk Ibu Sri Mumpuni, semoga perjuangannya terus berlanjut dan dapat melahirkan Sri Mumpuni-2 baru untuk negeri ini. Pemerintah sudah selayaknya mendukung program-2 beliau, para koruptor harus malu dan bercermin dengan beliau. Bukan hanya memperkaya diri sendiri tapi bisa berkiprah untuk masyarakat.
Quote
 
 
+1 #125 jumnalis 2010-04-28 23:29
alhamdulillah, ibu Puni adalah sosok Kartini masa kini. mudah2an masih banyak ibu puni yang lainnya.
Quote
 
 
+1 #124 aang 2010-04-28 23:02
ini baru nama y kartini masa kini..makasih bu puni dan pak iskandar...teruskan lah
Quote
 
 
+1 #123 Dedy 2010-04-28 21:51
contoh tauladan bagi generasi penerus....untuk zaman ini...
orang seperti inilah ..yang sesuai untuk wakil rakyat...
mengerti keluh kesah masyarakat terpencil.....
mampu memecahkan masalah.. dengan menggunakan sumber daya yang ada..
Smoga wakil-wakil rakyatku bisa sseperti beliau (Ibu Puni & Suami)
Quote
 
 
+1 #122 Dedy 2010-04-28 21:45
ini contoh tauladan yang dapat ditiru para generasi penerus..
Quote
 
 
+1 #121 dessy 2010-04-28 21:42
Selamat ya Ibu Puni Adalah Sosok Kartini era masa kini... Habis Gelap Terbitlah Terang... semoga perjuangannya yang mulia senantiasa selalu sukses.. amiin..
Quote
 
 
+1 #120 dessy 2010-04-28 21:41
Selamat Ya Ibu Puni adalah Sosok Kartini era masa kini... seperti Habis Gelap Terbitlah Terang,,... Semoga segala perjuangan yang sungguh mulia senantiasa sukses.. amiin.
Quote
 
 
0 #119 rifki 2010-04-28 21:02
Masyarakat Indonesia yg ku sayang.... Yang seperti ini lah

sosok yg harus masyarakat pilih untuk menjadi PEMIMPIN...
Quote
 
 
0 #118 asmarnosurip 2010-04-28 20:42
suatu karya yang pantas mendapatkan penghargaan. masih ada manusia yang peduli terhadap orang lain. terima kasih atas sumbangan pemikiranan dan tenaga nya,,,,,,,,,,,,
Quote
 
 
0 #117 muji ardiansyah 2010-04-28 19:32
aku salut banget dengan ketekunan & usaha keras mba' tri mumpuni, beliau telah berhasil menerangi banyak tempat dipedesaan terpencil, dengan itu tentunya warga kecil bisa menikmati kemerdekaan....
Quote
 
 
0 #116 salut 2010-04-28 19:27
Harusnya Mba Puni Jadi Menteri
Quote
 
 
+1 #115 salut 2010-04-28 19:22
Seharusnya yang jadi menteri itu orang seperti Mba Puni, cocoknya jadi Menteri Lingkungan Hidup, atau Menristek atau Sosial atau Menkokesra atau ke empat-empatnya...
salutttt untuk mba Puni
Quote
 
 
+1 #114 Rudi Janto 2010-04-28 18:42
Alhamdulillah, ternyata masih ada seorang ibu yang mau memperhatikan dengan rasa welas asih pada sesamanya terutama pembangunan kelistrikan di daerah terpencil (desa). Salut atas perjuangan Ibu Puni. Bu, masih banyak di pelosok Kalimantan yang membutuhkan uluran tangan kreatif ibu. Semoga!
Quote
 
 
+1 #113 benny makulawu 2010-04-28 18:12
salut dan malu saja rasa nja bu ! saja belum bisa berbuat jg seperti ibu baktikan kepada bangsa kita !
mudah2 han ibu dan bapak bisa menjadi contoh untuk kita2 semua bangsa indonesia , agar malu billa tidak berbuat sesuatu untuk bangsa dan negara kita jg tercinta !
Quote
 
 
+1 #112 Lifia 2010-04-28 17:44
Bangga saya pada negri ini, masih ada seorang ibu, yg mau memperhatikan nasib bangsanya dan rakyatnya agar terus maju meskipun tanpa imbalan. Hebat Bu... Semoga bangsa kita terus melahirkan tri mumpuni, tri mumpuni lainnya......
semoga Tuhan membalas segala kebaikan ibu......
Quote
 
 
+1 #111 rozak 2010-04-28 17:30
terima kasih buat ibu tri yang dengan gagasan dan karya karyanya yang nyata untuk negeri ini,andai para pemimpin negeri ini seperti dia yg selalu mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk kemaslahatan ummat dengan penuh ketulusan insyaalloh indonesia akan menjadi negeri yang baldatun toyyibun wa robbun ghofur,sekali lagi terima kasih kartini masa kini
Quote
 
 
+2 #110 agus 2010-04-28 16:12
salut,..
Quote
 
 
+2 #109 Imbas 2010-04-28 16:03
Ya Allah, berikanlah guruku ini (Ibu Puni dan Suami) kekuatan, kesehatan yg baik, panjang umur, rizki yg barokah, dan keluarga yg sakinah agar beliau berdua senantiasa dapat mengabdi pd masyarakat dan memberikan contoh yg baik untuk generasi mendatang. Amiin.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

You are here: Berita Sosok Tri Mumpuni - Berawal dari Keprihatinan

Copyright © 2007-2010 www.biruvoice.com. All Right Reserved. Designed by Nur Cholikul Anwar.