SMK Daarul Fataa Bojonggede, Bogor
Bagi penduduk Kabupaten Bogor, nama Perguruan Daarul Fataa sudah tidak asing lagi. Lembaga ini termasuk senior dibandingkan lembaga pendidikan lain yang baru bermunculan. Perguruan yang berada di bawah naungan Yayasan Daarul Fataa ini memiliki satuan pendidikan dari berbagai tingkatan, salah satunya SMK Daarul Fataa. SMK yang berdiri sejak tahun 1997 ini, termasuk salah satu lembaga pendidikan yang begitu peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Abdul Rahim Nur, S.Sos Kepala SMK Daarul Fataa, menuturkan bahwa SMK yang ia pimpin selalu menekankan kepada para guru agar mampu memberi contoh kepada siswa betapa pentingnya merawat lingkungan agar tetap, bersih, asri dan hijau. Terlebih baru-baru ini Kota Bogor dijadikan tuan rumah konferensi lingkungan hidup negara – negara muslim sedunia, tambah sosok Kepala Sekolah yang murah senyum ini, semangat.
“Walaupun kami, berada di Kabupaten, tapi kami sangat mendukung Kota Bogor dijadikan Kota Hijau atau Bogor Green City,” tuturnya. “Semoga kita yang berada di wilayah Kabupaten bisa mengikuti jejak Kota Bogor, sebagai kota hijau,” harapnya. Ia menambahkan untuk menjaga keselamatan bumi, sudah saatnya diadakan gerakan cinta lingkungan hidup di sekolah agar sejak dini para siswa memahami pentingnya menjaga lingkungan hidup. Sebagai khalifah di muka bumi, lanjut Abdul Rahim, kita berkewajiban menyayangi dan menjaga kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Firmansyah Ketua OSIS SMK Daarul Fataa menyoroti tentang bahaya global warming. Firmansyah menuturkan jika tidak segera diantisipasi akan menjadi ancaman serius bagi kehidupan. Lanjut Firmansyah, “Untuk mengantisipasi dampak global warming, kami sebagai pengurus OSIS senantiasa menghimbau kepada siswa/siswi untuk rajin menanam pohon, merawat dan memeliharanya.”
Melengkapi pernyataan sang Ketua, Syamsul sekretaris OSIS SMK Daarul Fataa mengatakan, “Sebagai pelajar, mencintai lingkungan hidup bisa dimulai dari hal – hal yang sederhana, misalnya: menjaga kebersihan kelas, jangan membuang sampah sembarangan, lebih-lebih sampah plastik. Jika kita tahu bahayanya sampah plastik, kita akan berfikir ulang untuk membuang sampah plastik sembarangan.” Syamsul mengingatkan kepada teman yang lain bahwa sampah plastik itu, jika tertimbun dalam tanah tidak akan terurai hingga 500 tahun. Oleh karenanya mesti tahu bagaimana mengelola sampah dengan baik, misalnya dengan system 3 R (Reuse, Recycle, Reduce) yakni memakai kembali, daur ulang dan mengurangi, jelas Syamsul.
Baik Firmansyah maupun Syamsul, mengajak kepada para pelajar khususnya di Perguruan Daarul Fataa, untuk mencintai dan memelihara lingkungan tidak hanya saat di sekolah, tapi juga ketika di lingkungan rumah msing-masing, dan dimanapun kaki kita berpijak. (Waspada MK)












Ribet atau susah dipakai sering menjadi alasan pria malas menggunakan kondom. Untuk itu, seorang desainer Afrika Selatan membuat penemuan cerdik, yaitu kondom baru yang hanya butuh waktu 3 detik untuk memasangnya.

Ada berbagai tempat yang bisa jadi alternatif pasangan untuk berhubungan seks, salah satunya di dalam air atau kolam renang. Namun ada anggapan bercinta di dalam air tidak menyebabkan kehamilan. Benarkah?
Bagi laki-laki, hidup di daerah tropis memberi banyak manfaat, terutama dalam kehidupan seksualnya. Penelitian menemukan bahwa paparan sinar matahari berakibat positif bagi hasrat seksual laki-laki.
Minuman bersoda berbahaya bukan saja karena kandungan gulanya yang tinggi dan bisa memicu diabetes. Soda juga bisa mengancam paru-paru sehingga rentan asma dan batuk kronis.
Terapi perilaku kognitif merupakan terapi andalan untuk mengobati gangguan kecemasan. Namun efek terapi tersebut bahkan tidak mempan ketika diterapkan pada lansia.


