SMK Negeri 29 (Penerbangan) Jakarta
Dulu lembaga pendidikan yang satu ini lebih populer dengan sebutan STM Penerbangan Jakarta. Seiring dengan perkembangan zaman dan kebijakan pemerintah d ibidang pendidikan, lembaga yang hampir 90% siswanya kaum adam ini berevolusi menjadi SMK Negeri 29 (Penerbangan ), Jakarta.
Sekolah yang beralamat di Jl. Prof. DR. Sutono, SH No. 1 Kebayoran Baru ini terlihat begitu kokoh, maklum termasuk bangunan lama. Walaupun begitu gedung SMK Negeri ini tampak terawat, termasuk penghijauan di sekitarnya. Taman di lingkungan SMK yang memiliki area seluas 2 hektar ini tampak hijau dan tertata rapi, menggambarkan pengelolanya begitu peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Seperti yang dituturkan Ir. H. Aris Suryadi, staf Kegiatan Lingkungan Hidup (KLH) SMK Negeri 29, “ Sejak lama kami menanam pohon di sekitar gedung, yang secara tidak langsung sudah sadar lingkungan. Di sisi timur, kita sudah menanam pohon jati, di sisi selatan sudah kami tanam tanaman organik, seperti kangkung, bayam, tomat dan sayur-sayuran. Kemudian di sisi sebelah barat kita tanami tanaman hias. Sedangkan yang dekat jalan raya kita tanami tanaman hias untuk mempercantik gedung sekolah.”
Untuk memaksimalkan pengelolaan lingkungan hidup di sekolahnya sampai-sampai pada bulan Juni tahun lalu, Aris diutus ke Malang, untuk mengikuti Diklat Sekolah Berwawasan Lingkungan Hidup. Selama 2 minggu peserta yang datang dari seluruh Indonesia khususnya SMK. diberi materi tentang Sekolah Berwawasan Lingkungan.
SMK yang memiliki empat bidang kejuruan yakni, Air Frame, Electrical Avionik, Electronika Industri dan Teknik Pendingin Tata Udara ini telah banyak melakukan beberapa kegiatan yang terkait dengan pelestarian lingkungan hidup, di antaranya pembuatan lubang biopori di sekitar sekolah, composting, juga recycle kertas yang kemudian dimanfaatkan lagi untuk dibuat amplop, dan kantong kertas yang dibagikan kepada pedagang gorengan..Selain itu untuk menanamkan kecintaan siswa terhadap lingkungan hidup telah dibentuk “Green Student “sebagai kegiatan ekstra kurikuler.
Sementara itu untuk mengelola sampah menjadi kompos pada Februari lalu telah dilaksanakan pelatihan komposter selama 1 (satu) bulan yang dimotori oleh Green Community, dengan menggunakan metode Takakura. Tidak itu saja, menurut H.Aris, hampir 80% mata pelajaran SMK Negeri 29, berbasis kelestarian lingkungan hidup. “Contoh untuk melarutkan VCB (papan elektronika) kan harus menggunakan cairan kimia, kita warning kepada guru maupun siswa jangan dibuang sembarangan atau kalau mau dibuang ke tanah harus dinetralkan dulu dengan soda api,” terang Aris.
Fikri Wahyu Pratama, Ketua Green Student SMK Negeri 29 (Penerbangan) Jakarta, mengatakan bahwa ketertarikannya bergabung bahkan siap menjadi “nahkoda” Green Student semata mata karena kepeduliannya terhadap lingkungan. Dan menurutnya, yang utama adalah program sosialisasi cara mengurangi dampak global warming, tidak hanya saat di sekolah tapi juga saat di rumah. Memperkuat ungkapan Fikri, Juliani, Sekretaris Green Student, menuturkan bahwa kalau kita tidak mau menjaga pohon–pohon, polusi udara akan semakin meningkat dan lapisan ozon juga semakin menipis.
Lahirnya Green Student SMKN 29, bisa dikatakan merupakan salah satu embrio bangkitnya kesadaran anak bangsa di kalangan pelajar untuk peduli terhadap kelestarian alam, yang patut mendapat apresiasi. Selamat bekerja “Green Student “ SMK Negeri 29 (Penerbangan) Jakarta, karyamu akan menjadi contoh bagi pelajar di sekolah lain. (Waspada MK).












Ribet atau susah dipakai sering menjadi alasan pria malas menggunakan kondom. Untuk itu, seorang desainer Afrika Selatan membuat penemuan cerdik, yaitu kondom baru yang hanya butuh waktu 3 detik untuk memasangnya.

Ada berbagai tempat yang bisa jadi alternatif pasangan untuk berhubungan seks, salah satunya di dalam air atau kolam renang. Namun ada anggapan bercinta di dalam air tidak menyebabkan kehamilan. Benarkah?
Bagi laki-laki, hidup di daerah tropis memberi banyak manfaat, terutama dalam kehidupan seksualnya. Penelitian menemukan bahwa paparan sinar matahari berakibat positif bagi hasrat seksual laki-laki.
Minuman bersoda berbahaya bukan saja karena kandungan gulanya yang tinggi dan bisa memicu diabetes. Soda juga bisa mengancam paru-paru sehingga rentan asma dan batuk kronis.
Terapi perilaku kognitif merupakan terapi andalan untuk mengobati gangguan kecemasan. Namun efek terapi tersebut bahkan tidak mempan ketika diterapkan pada lansia.



Comments
RSS feed for comments to this post.