Pernahkah terbayang untuk tinggal di perumahan yang ramah sosial, ramah lingkungan serta ekonomis? Maksudnya?
Jadi...tinggal di perumahan di mana semua penghuninya saling menyapa hangat; orang tua tidak perlu mengkhawatirkan anaknya saat sedang bepergian karena para tetangga bisa dipercaya untuk dititipkan anak; bangunan rumah tidak luas, namun punya lahan bermain untuk anak, lahan untuk berkebun, ruang serbaguna untuk mengundang para kerabat & sahabat serta punya perpustakaan bersama; bisa menerapkan hidup ramah lingkungan karena bisa berbagi kendaraan untuk ke kantor/ sekolah, mendesain hunian yang hemat energi & menerapkan pengelolaan sampah bersama; & tentunya hidup lebih ekonomis karena banyak hal yang bisa digunakan bersama.
Semuanya terdengar seperti mimpi?
Komunitas Rumah Bersama (rumahbersama.multiply.com), yang terbentuk sejak November 2007 sepakat untuk berupaya merealisasikan mimpi tersebut.
Caranya?
Dengan mengembangkan konsep cohousing, yaitu sebuah bentuk perumahan yang sejak awal didesain secara partisipatif oleh para calon penghuninya. Tidak hanya rumah pribadi, namun calon penghuni juga merancang jenis fasilitas bersama serta bentuk komunitasnya.
Tertarik untuk tahu lebih lanjut tentang cohousing? Ingin tahu seberapa mungkin cohousing bisa direalisasikan di Jakarta? Ingin lihat desain cohousing hasil karya beberapa mahasiswa arsitektur UPH?
Datanglah Sabtu, 25 Juli 2009,
Pukul 10:00 - 14:00 WIB ke acara:
• Diskusi tentang " Cohousing, mungkinkah direalisasikan di Jakarta?"
• Bersama Marco Kusumawijaya (Ketua DKJ, editor www.rujak.org, anggota Komunitas Rumah Bersama) & Suryono Herlambang (Kepala Jurusan Planologi Universitas Tarumanegara)
Pukul 10:00-11:30 WIB
• Pameran dan presentasi " Eksplorasi Desain Cohousing"
• Hasil workshop cohousing mahasiswa Universitas Pelita Harapan (cohousingjakarta.wordpress.com)
• Karya: eCO-Housing; Architecture from Nothing; Grow with Time; & Living Reflection
• Pameran pukul 10:00-14:00 WIB dan presentasi pukul 12:30-14:00 WIB
• Pemutaran Film " Voices of Cohousing"
• Film pendek yang mendokumentasikan penerapan cohousing di beberapa negara
Pukul 11:30 dan 13:30 WIB
Tempat : Museum Bank Mandiri, Jl. Lapangan Stasiun No. 1, Kota (Seberang Stasiun Kota)
Acara ini terbuka untuk umum, terutama bagi pegiat arsitektur, pemerhati lingkungan serta individu/keluarga yang berniat mencari tempat tinggal.
Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Rumah Bersama dan didukung oleh Universitas Pelita Harapan, Komunitas GreenLifestyle, www.rujak.org
RSVP: Shanty Syahril di
Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya
atau 0812 2035903
HTM Museum Bank Mandiri Rp. 2.000,-











Bagi murid sekolah, sarapan pagi sangat penting karena bisa mempengaruhi prestasi belajar. Menurut penelitian, murid yang tak pernah lupa sarapan saat mau berangkat sekolah prestasinya lebih tinggi dibandingkan yang tidak sarapan.

Seks itu idealnya spontan, namun kadang jadwalnya perlu disesuaikan dengan siklus masa subur khususnya saat sedang menginginkan kehamilan. Yang penting tidak usah terlalu kaku, sebab disiplin yang belebihan malah bisa bikin impoten.
Karena bersin-bersin cuma dianggap sepele, banyak orang tetap nekat mengendarai mobil atau motor saat mengalaminya. Polisi Inggris tidak mau ambil risiko, pengendara mobil atau motor yang kedapatan bersin-bersin bisa dikenai tilang.
Semakin meluasnya jenis orientasi seksual mendorong perlunya memiliki "gaydar" (gay radar). Gaydar adalah istilah yang dipakai luas untuk kemampuan menilai orientasi seksual orang lain dengan cepat. Bahkan beberapa orang memang benar-benar memiliki kemampuan unik ini.
Berbagai penelitian tentang hubungan antara pola makan dan kegemukan lebih banyak menyoroti porsi dan jumlah kalori. Padahal menurut penelitian terbaru, risiko kegemukan sangat dipengaruhi juga oleh teratur tidaknya jadwal makan.

