biruvoice.com - Menambah Wawasan, Menghadirkan Keindahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Hot Update

Statement BIRU Voice sekitar 2 bulan yang lalu tentang pencemaran di celah Timor akibat kebocoran ladang minyak Montara, baru sekarang ditanggapi Preisden SBY. BIRU Voice mengharapkan pemerintah dapat membentuk Tim Independen yang tidak terkendala oleh birokrasi dan kepentingan politik, melainkan sungguh-sungguh dapat melakukan investigasi dan langkah-langkah yang cepat untuk membantu rakyat yang terkena akibat secara langsung.

 

Berita terkait:

Setu Babakan

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 

Setu Babakan
LINGKUNGAN BUDAYA YANG MENEDUHKAN HATI

Tak jauh dari hiruk pikuk kota Jakarta, ada sebuah kawasan yang teduh dan menenteramkan jiwa. Tempat itu adalah kawasan wisata Setu Babakan, di Jakarta Selatan. Setu atau kadang orang menyebut situ, adalah sebutan dalam bahasa Sunda untuk danau alam.

Setu Babakan adalah danau alam yang luasnya mencapai 32 ha. Ini adalah danau alam yang masih tersisa di wilayah kota Jakarta. Namun keunikan Setu Babakan ini bukan hanya di keindahan danaunya, tetapi juga budaya masyarakat yang tinggal di seputar setu. Kawasan ini dicanangkan sebagai kawasan cagar budaya Betawi oleh Pemda DKI.

Memang kampung Betawi, tidak hanya ada di Setu Babakan, masih ada tempat lain, seperti Condet, Kemayoran, Srengseng, dll. Namun kawasan ini oleh Pemda DKI ditetapkan sebagai menjadi prioritas tujuan wisata budaya maupun lingkungan, khususnya budaya Betawi.

 

Menuju ke wilayah setu Babakan ini tidak sulit. Bila menggunakan kendaraan umum, gunakan metro mini S-616 dari Blok M/Pasar Minggu, minta turun di Setu Babakan. Kalau menggunakan kereta listrik, kita mesti turun di stasiun Lenteng Agung, naik Kopaja S-606, turun di kampus ISTN, sambung dengan metro mini S-616 seperti di atas.

Kalau mengendarai kendaraan sendiri, dari Pasar Minggu ke arah Depok, yaitu jalan Lenteng Agung, kita mesti putar balik di depan kampus IISIP, kembali lagi ke arah Pasar Minggu. Tidak jauh dari kampus IISIP, adalah jalan belok ke kiri (jalan Joe), masuk terus hingga ketemu jalan Moh. Khafi II, jalan saja terus kea rah kampus ISTN. Sebelum sampai kampus ISTN, di sebelah kiri jalan, kita akan menemukan gapura selamat datang di kawasan Setu Babakan.

Wisata budaya

Begitu masuk di kawasan ini langsung terasa bedanya, seolah tidak berada di Jakarta. Udara semilir dari pepohonan yang rimbun segera menyambut kita. Tampak di depan mata, danau yang terbentang luas, dengan rumah-rumah yang mengelilinginya.

Di satu sisi setu ini ada rumah panggung besar yang biasa digunakan mementaskan kegiatan kesenian. Setiap hari Sabtu dan Minggu dipentaskan aneka kesenian khas Betawi, seperti tajidor, gambang kromo. Tari Cokek, Tari Topeng, Lenong, Ondel-ondel, juga sering dipentaskan di sini. Menurut beberapa orang, kadang-kadang artis-artis lenong yang kondang, seperti Bang Bolot, Mandra, Mpok Nori, Ida Royani, turut bergabung meramaikan pertunjukan di sini. Dan seperti umumnya lenong, kita sebagai pengunjung bisa ikut bersahutan bicara dengan pemain lenong.

Lelah menonton pertunjukan kesenian, di sekitar kawasan ini banyak penjual makanan khas Betawi. Antara lain: kerak telur, toge goreng, laksa, gulali, bir pletok, nasi uduk, kue ape dll. Kerak telor, tidak usah menunggu Pekan Raya Jakarta di Kemayoran, yang setahun sekali. Di Setu Babakan ini kita bisa mencicipinya sepanjang tahun, di akhir pekan. Kita bisa memilih memakai telor ayam atau telor bebek. Harganya berkisar Rp 8.000,00 – Rp 10.000,00. Jangan lupa juga mencoba bir pletok minuman khas Betawi. Meskipun namanya bir pletok, tapi tidak mengandung alkohol. Bahan dasar minuman ini adalah jahe, serai, daun pandan wangi, yang cocok untuk menghangatkan badan.


(sumber foto : www.wikimu.com)

Wisata alam

Tidak hanya wisata budaya bisa kita peroleh di sini. Menikmati keindahan setu Babakan juga asyik dilakukan. Di hari libur, banyak orang datang ke pinggiran setu, bersama keluarga untuk sekedar duduk-duduk. Kalau mau menyusuri ke tengah danau, dapat menyewa sepeda air, kurang lebih Rp 10.000,00 untuk keliling satu putaran danau. Buat penggemar kegiatan memancing, bisa juga dilakukan di setu ini.

Kalau bosan dengan pemandangan air, kita bisa menyewa delman keliling kawasan Setu Babakan yang kurang lebih 165 ha. Makin langkanya delman beroperasi di Jakarta (delman sudah dilarang di Monas), maka naik delman di kawasan ini, mengobati rasa rindu pada angkutan tradisional ini. Tarifnya kita bisa negosiasi dengan kusirnya.


(sumber foto : www.wikimu.com)

Dengan delman kita bisa keliling kawasan Setu Babakan ini, melihat-lihat pemukiman orang Betawi. Karena kawasan ini adalah cagar budaya Betawi, maka umumnya penduduk adalah orang-orang asli Betawi dengan arsitektur rumah Betawi. Penduduk luar Betawi boleh saja tinggal di sini, tetapi bila membangun/renovasi rumah mesti menyesuaikan dengan arsitektur Betawi.

Di pekarangan rumah penduduk banyak ditanam pohon buah-buahan, beberapa di antaranya adalah buah langka, seperti Belimbing, Rambutan, Buni, Jambu, Dukuh, Menteng, Gandaria, Mengkudu, Namnam, Kecapi, Durian, Jengkol, Kemuning . Bila musim berbuah, kita bisa saja mampir ke rumah-rumah penduduk ini dan memetik buah-buahan tersebut. Tentu dengan membayar hasil petikan tersebut, sesuai kesepakatan dengan pemilik rumah.

Keberadaan setu ini penting untuk kota Jakarta, terutama sebagai daerah penangkap air tanah. Letaknya di Jakarta Selatan, di mana lapisan tanahnya masih memungkinkan menyimpan air tanah, maka adanya danau atau waduk adalah salah satu cara untuk resapan air, termasuk juga Setu Babakan ini. Luasnya yang 32 ha ini, maka kondisinya patut dijaga. Mengingat di Jakarta Selatan sekarang ini keberadaan setu-setu mulai menyusut.

Seperti ‘saudara kembar’ nya Setu Babakan, yaitu Setu Mangga Bolong (15 ha) yang letaknya tidak jauh dari dari Setu Babakan. Kondisinya kurang terurus. Tadinya setu ini mengalami pengurukan terus menerus dan dipakai untuk pemukiman illegal. Tahun 2005 aparat sudah menertibkan bangunan-bangunan tersebut dari atas setu Mangga Bolong. Namun kemudian setu ini tidak dipelihara dengan baik, sehingga dikhawatirkan akan muncul lagi bangunan-bangunan liar.

Yuk, kita jalan-jalan ke Setu Babakan…hati senang, budaya sendiri jadi lestari…

Info dan Tips

Menuju ke lokasi ini cukup mudah, namun bila berombongan sebaiknya tidak menggunakan bis besar. Karena jalan masuknya cukup kecil, sehingga mesti parkir agak jauh. Kawasan ini terbuka untuk umum dari pagi sampai sore hari saja (18.00 WIB). Malam, kawasan ini ditutup, karena menurut penduduk setempat, untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang menjurus asusila. Sebaiknya menggunakan pakaian yang sopan dan tidak terbuka seperti ke pantai. Karena kawasan ini tradisi Betawinya cukup kuat, adat ketimurannya kental. Sampah adalah masalah di kawasan ini. Kurang tempat sampah, membuat beberapa bagian dari kawasan ini terkesan jorok. Karena itu, sampah-sampah yang kita hasilkan (dari makanan/minuman), sebaiknya dibuang di tempatnya. Kalaupun tidak ada tempat sampah, bantulah menjaga kebersihan kawasan ini dengan menyimpan sampah-sampah kita dan buang di rumah.

Comments  

 
-1 #3 lexcypurabadi 2010-04-28 12:46
Benar..tmpt ini teduh,sy beberapa kali kesana,walau bukan menjadi tujuan sy,karena kerabat (salam Bp & Ibu Hartono)tinggal di dlm kompleks danau ini...
Trims utk artikel ini...
Quote
 
 
0 #2 Walman H 2010-03-14 17:11
Dulu saya pernah berenang di setu babakan.

Menjadi ingat kenangan sewaktu kuliah di kampus ISTN.

Sippp terima kasih ya...
Quote
 
 
0 #1 Iyan Damai 2010-03-14 17:05
hohohoh... nice artikel, disini mah tempat PDKT nya chimot & ngopi nya Om Ompong, hehehehe...

iYan
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

You are here: Berita Perjalanan Setu Babakan

Copyright © 2007-2010 www.biruvoice.com. All Right Reserved. Designed by Nur Cholikul Anwar.