biruvoice.com - Menambah Wawasan, Menghadirkan Keindahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Hot Update

Statement BIRU Voice sekitar 2 bulan yang lalu tentang pencemaran di celah Timor akibat kebocoran ladang minyak Montara, baru sekarang ditanggapi Preisden SBY. BIRU Voice mengharapkan pemerintah dapat membentuk Tim Independen yang tidak terkendala oleh birokrasi dan kepentingan politik, melainkan sungguh-sungguh dapat melakukan investigasi dan langkah-langkah yang cepat untuk membantu rakyat yang terkena akibat secara langsung.

 

Berita terkait:

Suaka Margasatwa Muara Angke

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 5
JelekBagus 

Suaka Margasatwa Muara Angke - INDAH, SANTAI DAN JADI PINTAR...

Di ujung utara pesisir Jakarta, tersisa satu kawasan rimbun menghijau, yaitu Suaka Margasatwa Muara Angke. Tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata unggulan dari Pemda Kotamadya Jakarta Utara. Menuju Muara Angke ini cukup mudah. Bila menggunakan angkot, paling mudah kita naik angkot B01 dari Citraland yang menuju ke Angke. Jalannya lumayan, karena masuk-masuk ke perumahan. Nanti bilang ke sopir angkot kita turun di pojokan Pizza Hut. Dari pojokan ini, dengan berjalan kaki kurang lebih 500 m akan sampai di suaka ini.

Bila menggunakan mobil pribadi, paling mudah lewat tol dalam kota Jakarta. Ambil pintu keluar Pluit. Ikuti jalan melintasi Mega Mall Pluit. Lurus hingga masuk Jl. Muara Karang yang ditandai dengan perempatan dengan jembatan. Ikuti terus sampai ujung Jl. Muara Karang, ditandai dengan Pizza Hut dan apartemen. Belok ke kiri, masuk ke Pantai Indah Kapuk, setelah menyeberang jembatan (sekitar 50 meter dari gerbang, di sebelah kanan adalah Suaka Margasatwa Muara Angke. mobil/motor bisa parkir di kompleks ruko Meditarania Niaga, persis di seberang pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke

Sekilas dari jalan besar, tidak nampak ini kawasan suaka margasatawa, lebih seperti lahan kosong tak bertuan. Sementara di lingkungan sekitar, sudah dipenuhi dengan pemukiman mewah, dari pengembang Pantai Indah Kapuk. Namun begitu kita masuk gerbang suaka margasatwa ini, serasa masuk dunia lain. Bukan dunia lain yang penuh hantu, tetapi ini dunia lain, yang penuh dengan tanaman dan satwa menarik.

Inilah suaka margasatwa satu-satunya yang tersisa di Jakarta. Luasnya sudah makin menyusut, sekarang tinggal 25 ha. Kawasan ini adalah ekosistem hutan mangrove. Seperti umumnya hutan mangrove, di sini tumbuh berbagai tanaman seperti pidada, pakis, akar nafas, nipah. Tanaman-tanaman ini menjadi tempat yang nyaman untuk ikan-ikan bertelur, maupun burung-burung mencari makan.

Satwa yang dominan di kawasan ini adalah burung. Tercatat ada 90 jenis ada di hutan ini. Tidak semua tinggal di suaka ini. Sebagian burung-burung ini berasal dari pulau Rambut (Kepulauan Seribu). Setiap pagi mereka terbang ke suaka Muara Angke ini untuk mencari makan (ikan, udang, dll), bercengkerama, lalu pada sore hari terbang pulang ke pulau Rambut. Sebagian lagi adalah burung yang tinggal di suaka ini. Beberapa jenis burung antara lain :

Satwa lain adalah monyet ekor panjang. Monyet-monyet ini cukup banyak, meskipun konon ini bukan monyet asli hutan mangrove ini. Diduga monyet-monyet ini berasal dari peliharaan penduduk sekitar yang lepas, lalu beranak pinak di kawasan ini. Hati-hati bila membawa makanan yang tidak dibungkus dengan rapat. Karena monyet-monyet ini tidak segan mencopet makanan dari tas kita.

Suaka Margasatwa Muara Angke mempunyai fasilitas-fasilitas yang memudahkan kita untuk melakukan beberapa aktivitas. Di antaranya sudah dibangun jembatan sepanjang 800 m di atas rawa-rawa ini, sehingga kita bisa berjalan santai sampai ke tengah hutan mangrove ini. Fasilitas lain adalah ruang pertemuan (posko) , kamar mandi yang bisa digunakan pengunjung.

Pendidikan lingkungan, adalah kegiatan utama yang dapat dilakukan di sini. Sering kali rombongan siswa-siswi SD sampai SMA. Bahkan mahasiswa (biasanya jurusan biologi) sering mengunjungi lokasi ini. Kalau untuk anak-anak SD maupun SMP biasanya dilakukan di pagi hari, dengan mengajak mereka mengenali habitat tanaman hutan mangrove maupun satwa yang ada, terutama pengamatan burung (birdwatching).
Untuk level SMA maupun mahasiswa, pendidikan lingkungan yang ditawarkan adalah menginap sehari semalam di suaka margasatwa ini. Di malam hari dilakukan pengamatan satwa serangga malam dan herpet, seperti kodok, ular. Lalu di pagi hari, kita akan mudah mengamati burung-burung pantai seperti cangak abu-abu, pecuk padi hitam, raja udang biru, kuntul, dll.

Semua kegiatan di atas, biasanya dikoordinir oleh sebuah komunitas, yakni Jakarta Green Monster ( www.jgm.or.id ). Mereka ini biasanya juga melakukan aksi bersih pantai juga. Maklum kesadaran warga Jakarta soal membuang sampah, masih rendah. Masih banyak yang membuang sampah ke sungai, sehingga akhirnya sampai juga ke kawasan suaka margasatwa ini.

Di luar kegiatan pendidikan lingkungan, di kawasan ini juga sering dibuat lokasi pemotretan foto pre-wedding. Dengan latar belakang keindahan alam, di tengah rindangnya pohon, banyak pasangan yang hendak nikah, berpose dengan mesranya. Tidak hanya pasangan yang hendak nikah, sesi pemotretan model, entah itu untuk majalah atau keperluan lain, juga sering dilakukan di sini. Hampir tiap bulan, suaka ini sering kedatangan para fotografer professional.

Maka tunggu apa lagi? Segera yuk ke kawasan Muara Angke ini…temukan sensasi rekreasi yang edukatif…

(Bayu Wardhana)

 

Info dan Tips :
Karena kawasan ini adalah suaka margasatwa, maka untuk masuk – terutama yang berombongan – kita mesti meminta ijin ke BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) di jalan Salemba Raya no 9, Jakarta Pusat
Bila ingin melakukan wisata pendidikan lingkungan , dapat menghubungi komunitas Jakarta Green Monster (www.jgm.or.id) , nanti mereka yang akan mengurus perijinannya.
Untuk birdwatching/pengamatan burung, JGM dapat meminjamkan beberapa binokulernya. Akan lebih baik lagi, bila kita membawa sendiri.
Gunakan pakaian warna gelap untuk birdwatching, agar mudah mendekati lokasi burung. Siapkan alat tulis dan buku saku, untuk mencatat apa yang kita lihat.
Bila membawa makanan, simpan dan bawalah kembali sampah-sampah anorganik (kemasan dll), agar tidak membebani kawasan ini. Sampah organik, bisa saja dibuang di kawasan ini, agar menjadi pupuk alam.

Comments  

 
0 #2 Widodo S. Ramono 2010-03-14 17:07
Wah, terimakasih sekali atas kiriman informasi mengenai Suaka Margasatwa Muara Angke ini. Suaka ini seolah oase ditengah hiruk pikuknya kota besar Jakarta, sayang hanya tinggal 25 hektar mestinya kalau dapat ditambah luasnya dengan tanah datangan yang dibawa oleh sungai Angke yang bertambah terus akibat siltasi atau bahkan sekaligus memasukkan kawasan lindung pantai berupa mangrove yang juga (kalau betul terus dipelihara) akan terus bertambah luas.

Foto yang di muat juga cocok dengan informasi 'di kawasan ini juga sering dibuat lokasi pemotretan foto pre-wedding. Dengan latar belakang keindahan alam, di tengah rindangnya pohon, banyak pasangan yang hendak nikah, berpose dengan mesranya', He he he. Tapi di foto itu nggak pake pre lagi........ .......

Selamat untuk Green Monster.

Salam,

Widodo S. Ramono
Yayasan Badak Indonesia
Phone/fax 62-251- 8360 737,8380 832
widodoramono@ yahoo.com
wramono@badak. or.id
Quote
 
 
+2 #1 Zen Coursleo 2010-03-08 11:06
Dear rekans,
Saya sangat sedih pada tahun 1988 saya masuk , Suaka Margasatwa Muara Angke waktu itu dari luar tampak bagus , setelah saya masuk kedalamnya dimana terdapat beberapa tambak milik para pejabat daerah didalamnya dan daerah hutan bakau yang penuh dengan sampah .
Apa khabarnya sekarang ?
Salam
Zen Coursleo
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

You are here: Berita Perjalanan Suaka Margasatwa Muara Angke

Copyright © 2007-2010 www.biruvoice.com. All Right Reserved. Designed by Nur Cholikul Anwar.