Jetski…! Hmm, apakah yang anda bayangkan ketika mendengar nama yang satu ini? Ya, apalagi jika bukan sebuah motor "mungil" yang mampu meliuk-liuk di atas permukaan air. Meski bisa digunakan di hampir semua lokasi yang banyak air, namun di Indonesia motor mungil ini lebih banyak digunakan untuk wisata pantai.
Begitulah kita melihat bagaimana pengendara jetski bisa meluncur dengan asyiknya di atas air laut. Bahkan bila ombak besar datang, dengan teknik tertentu, ia bisa melayang di atas ombak tersebut. Berwisata jetski tentu sangat mengasyikkan.
Namun pernahkah anda bayangkan motor air yang "mungil" itu ternyata bisa digunakan untuk mengelilingi Indonesia bahkan dunia? Menembus laut lepas yang ganas dan berombak besar? Ternyata bisa. Dan pelopornya adalah Syaiful Ihsan atau biasa disapa Fully. Dia adalah Ketua Indonesia Jetsport Boating Association.
Â
Fully dan teman-temannya sering sekali menggunakan jetski untuk mengunjungi berbagai wilayah yang ada di Indonesia. Beberapa trek perjalanan yang mereka jalani antara lain Jakarta – Batam, Jakarta – Bali, Jakarta – Manado, Jakarta – Malaysia, Jakarta – Singapura, dan sebagainya.
Terbayangkan bagaimana dahsyatnya (untuk tidak mengatakan ngeri) mengarungi laut lepas Indonesia dengan hanya menggunakan sebuah motor air "mungil" seperti jetski. Kapal yang ukurannya lebih besar saja, banyak yang karam karena dihantam ombak atau badai. Bagaimana pula dengan jetski yang hanya seupil itu?
"Orang yang takut atau ngeri, biasanya karena tidak punya pengetahuan yang cukup tentang laut dan moda transportasi yang dimilikinya. Kalau aja ngerti, rasa takut itu pasti berkurang drastis," kata Fully dengan santainya.
Untuk melakukan perjalanan jauh seperti itu, Fully dan anggota asosiasinya melakukan sejumlah persiapan matang. Di antaranya memastikan jetski dalam keadaan prima, memilih personil yang terlibat, mempersiapkan motherboat, kapal patroli, tim dokter, makan, bahan bakar, dll.
Milih personil yang ikut adalah aspek yang sangat penting dalam tur ini. "Kami harus memastikan peserta yang ikut adalah orang yang secara mental dan pengetahuan benar-benar siap untuk mengikuti tur ini. Sebab, kalau mentalnya nggak kuat, dia bisa menjadi masalah bagi teman-teman di laut," jelas Fully.
Motherboat berfungsi sebagai kapal yang selalu stand by di tengah laut sesuai dengan rute yang telah ditentukan. Di kapal ini tersedia antara lain makanan, bahan bakar, peralatan penunjang, dan juga tim dokter dengan segala peralatannya yang siap menangani setiap problem kesehatan peserta, bahkan hingga tindakan operasi sekalipun. "Bila ada yang luka atau patah tulang, tindakan operasi bisa langsung dilakukan di kapal ini. Tim dokter biasanya ada 3 orang. Dan salah satunya dokter bedah," ujar Fully yang selalu bekerjasama dengan RS Mitra Keluarga Kemayoran untuk kebutuhan tenaga medis tersebut.
Kapal patroli berfungsi sebagai pengawal selama perjalanan berlangsung. Bila ada jetski yang mogok atau pesertanya sakit, maka kapal patroli inilah yang berfungsi menangani mereka untuk kemudian dibawa ke motherboat.
Musibah
Meski persiapan sudah matang seperti itu, namun yang namanya musibah, mungkin saja terjadi di laut. Fully bercerita, pernah ada kejadian seorang peserta tiba-tiba keluar dari rombongan dan memacu jetskinya ke arah yang lain. "Sudah dipanggil-panggil pun dia tetap nyelonong aja," ujar Fully. Kalau sudah seperti itu, mau tidak mau dia harus mengejar peserta tersebut lalu kemudian diistirahatkan di kapal patroli. "Percaya nggak percaya, dia seperti kemasukan roh gitu," kata Fully.
"Pernah juga ada yang terlempar dari jetskinya. Kita udah uber sekitar lokasi nggak ketemu-ketemu. Untungnya dia meniupkan peluitnya sehingga kita tahu lokasi-nya."
Ya, masalah peluit ini sangat dibutuhkan di laut. Sebab, kalau seseorang sudah hanyut oleh air, sudah susah dilihat secara fisik. "Kepala kita ini hanya seperti batok kelapa gitu. Jadi susah mengenalinya," ujar Fully. Dengan peluit, bunyi yang berasal dari peluit akan sangat membantu tim pencari menemukan lokasi orang yang hilang.
Memilih Bensin
Ada lagi cerita yang rada-rada menggelikan. Suatu kali ketika melakukan perjalanan dari Semarang ke Bali, Fully dan teman-temannya menghadapi badai di laut Jepara. Dari Semarang, TNI AL menelpon mereka agar segera kembali ke Semarang. Peristiwa ini terjadi malam hari. Ombak laut terlihat begitu hebat, hujan dan petir berderai di mana-mana. Langit yang gelap terasa kian pekat.
Para peserta yang bersama Fully tentu saja panik bukan main. Beberapa bahkan sudah meminta untuk segera kembali ke Semarang. Namun Fully sendiri berpikir, kalau balik berapa banyak bensin yang bakal tekor, berapa lama lagi waktu yang mereka butuhkan untuk tiba di Bali. Fully sendiri lebih memilih untuk melanjutkan perjalanan daripada harus balik ke Semarang.
Dia kemudian mengajak rapat para peserta di tengah laut. Setelah berun-ding sebentar, tim ini memutuskan untuk melanjutkan perjalanan di tengah badai yang terus mengamuk selama 3 jam. Untungnya mereka selamat hingga tiba di Bali.
"Kalau dipikir-pikir anda ini lebih sayang bensin daripada nyawa anda?" tanya BIRU Voice sedikit bergurau.
"Tentunya sayang kedua-duanya dong. Tapi saat itu pilihan saya memang ibarat buah simalakama. Saya memilih untuk jalan terus karena yang paling realistis adalah kalau balik, banyak banget urusan yang mesti dibereskan. Tapi kalau maju, paling hanya bicara nyawa, sementara nyawa di tangan Tuhan kan?" jawabnya sambil tertawa.
Menurut Fully, jetski sebenarnya sangat potensial untuk menarik wisatawan mancanegara ke Indonesia. Saat ini sudah ada olahraga Jetski yang disebut Jetsport. Kejuaraannya sudah bersifat internasional dan juga dilaksanakan secara rutin. "Untuk satu kejuaran internasional diikuti minimal oleh 35 negara peserta. Ini potensial ba-nget kan menarik wisatawan," ujarnya.
Malaysia, Singapura, dan Thailand sudah mengembangkan olah raga jetsport sedemikian rupa di negaranya karena mereka tahu olah raga ini menyedot wisatawan yang tidak sedikit.
Indonesia sendiri, kata Fully, belum banyak berpikir ke sana. Kejuaraan nasional maupun internasional yang pernah digelar di Indonesia, justru didukung oleh lembaga lain di luar Departemen Pariwsata. "Ya, baru akhir-akhir ini Departemen Pariwisata ngajak saya bicara untuk mengembangkan jetsport bersama-sama. Kita lihat saja bagaimana komitmen mereka," ujar Fully.
Kendala lain pengembangan jetski di Indonesia adalah pajaknya yang tergolong tinggi. Padahal di negara-negara lain pajak untuk jetski dihilangkan karena mereka tahu ini potensial sekali untuk pariwisata. "Di Indonesia hal ini makin penting lagi karena kita ini negara bahari. Bagaimana kita mau berkembang bila apa-apa yang berhubungan dengan laut pajaknya selalu tinggi. Menurut saja dihapus aja pajak-pajak itu atau minimal dikurangi agar potensi laut kita bisa lebih digarap," kata Fully.
Meskipun dukungan pemerintah terhadap olahraga jetsport belum ada, namun Indonesia sendiri sudah mampu berbicara di tingkat dunia. Saat ini Indonesia menduduki posisi juara III dunia kelas profesional. Dan yang berhasil merebutkan posisi ini adalah seorang remaja belia bernama Aero Sutan Aswar. Usianya saat ini baru 15 tahun 2 bulan. Melihat dia bertanding di kejuaraan internasional tersebut, membuat dada kita bangga. Sebab anak semua itu, dengan kepercayaan diri penuh, mampu mengalahkan peserta lain yang lebih dewasa dari dia dan berasal dari negara lain yang sering kali kita anggap lebih jago dari kita.
Mau keliling Indonesia menggunakan jetski? Bergabung dengan Indonesia Jetsport Boating Association.
(Celestino Reda)











Bagi murid sekolah, sarapan pagi sangat penting karena bisa mempengaruhi prestasi belajar. Menurut penelitian, murid yang tak pernah lupa sarapan saat mau berangkat sekolah prestasinya lebih tinggi dibandingkan yang tidak sarapan.

Seks itu idealnya spontan, namun kadang jadwalnya perlu disesuaikan dengan siklus masa subur khususnya saat sedang menginginkan kehamilan. Yang penting tidak usah terlalu kaku, sebab disiplin yang belebihan malah bisa bikin impoten.
Karena bersin-bersin cuma dianggap sepele, banyak orang tetap nekat mengendarai mobil atau motor saat mengalaminya. Polisi Inggris tidak mau ambil risiko, pengendara mobil atau motor yang kedapatan bersin-bersin bisa dikenai tilang.
Semakin meluasnya jenis orientasi seksual mendorong perlunya memiliki "gaydar" (gay radar). Gaydar adalah istilah yang dipakai luas untuk kemampuan menilai orientasi seksual orang lain dengan cepat. Bahkan beberapa orang memang benar-benar memiliki kemampuan unik ini.
Berbagai penelitian tentang hubungan antara pola makan dan kegemukan lebih banyak menyoroti porsi dan jumlah kalori. Padahal menurut penelitian terbaru, risiko kegemukan sangat dipengaruhi juga oleh teratur tidaknya jadwal makan.

Comments
utk kang fully mudah2an kelompok nya semakin bertambah banyak (mungkin sy jd psertanya suatu saat nanti - sdng dm progres ksana :) ) bisa mnikmati karunia yg indah dr Tuhan sbg orang Indonesia..hidup jetsport boating association
selamat bagi EKSPOSER berita ini..
Coba bantu pecahkan para nelayan agar bisa tangkap ikan yang lebih banyak dan tidak merusak lingkungan, tidak ngabisin banyak bensin atau solar. Misalnya kapal nelayan tenaga matahari dan angin kek.
Boss apa nih Bung NCA nih?
--
http://noped. net
http://lareosing. org
Terima kasih atas koreksinya
RSS feed for comments to this post.