biruvoice.com - Menambah Wawasan, Menghadirkan Keindahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Hot Update

Statement BIRU Voice sekitar 2 bulan yang lalu tentang pencemaran di celah Timor akibat kebocoran ladang minyak Montara, baru sekarang ditanggapi Preisden SBY. BIRU Voice mengharapkan pemerintah dapat membentuk Tim Independen yang tidak terkendala oleh birokrasi dan kepentingan politik, melainkan sungguh-sungguh dapat melakukan investigasi dan langkah-langkah yang cepat untuk membantu rakyat yang terkena akibat secara langsung.

 

Berita terkait:

Budidaya Rumput Laut

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 2
JelekBagus 

Selama puluhan bahkan ratusan tahun kita abai terhadap potensi laut. Konsep pembangunan kita selalu berorientasi daratan (continen). Cukup lama bangsa ini mengabaikan potensi kelautan. Kita menjadikan laut hanya sebagai halaman belakang rumah.

Namun, sejak berdirinya Departemen Eksplorasi Kelautan –sekarang jadi DKP—pada 1999, membuka pemahaman kolektif tentang laut. Laut adalah ladang penghidupan yang belum digarap serius. Bangsa ini sadar bahwa ekonomi kelautan sampai saat ini dapat ditamsilkan sebagai raksasa tidur. Potensinya belum diolah menjadi perekonomian nasional yang dapat menyejahterakan rakyat.

Yuk, Keliling Indonesia Menggunakan Jetski

Surel Cetak PDF

Jetski…! Hmm, apakah yang anda bayangkan ketika mendengar nama yang satu ini? Ya, apalagi jika bukan sebuah motor "mungil" yang mampu meliuk-liuk di atas permukaan air. Meski bisa digunakan di hampir semua lokasi yang banyak air, namun di Indonesia motor mungil ini lebih banyak digunakan untuk wisata pantai.

Begitulah kita melihat bagaimana pengendara jetski bisa meluncur dengan asyiknya di atas air laut. Bahkan bila ombak besar datang, dengan teknik tertentu, ia bisa melayang di atas ombak tersebut. Berwisata jetski tentu sangat mengasyikkan.

You are here: Berita Maritim

Copyright © 2007-2010 www.biruvoice.com. All Right Reserved. Designed by Nur Cholikul Anwar.