biruvoice.com - Menambah Wawasan, Menghadirkan Keindahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Hot Update

Statement BIRU Voice sekitar 2 bulan yang lalu tentang pencemaran di celah Timor akibat kebocoran ladang minyak Montara, baru sekarang ditanggapi Preisden SBY. BIRU Voice mengharapkan pemerintah dapat membentuk Tim Independen yang tidak terkendala oleh birokrasi dan kepentingan politik, melainkan sungguh-sungguh dapat melakukan investigasi dan langkah-langkah yang cepat untuk membantu rakyat yang terkena akibat secara langsung.

 

Berita terkait:

LSM Biru Voice Demo Ke Kedutaan Australia

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Menunjukkan komitmennya kepada pelestarian lingkungan hidup dan perubahan iklim, LSM BIRU VOICE melakukan demonstrasi di Kedutaan Australia, Rabu 10 Maret 2010. Demonstrasi ini terkait pencemaran laut di Celah Timor, NTT, akibat meledaknya ladang minyak Montara milik Australia. Pencemaran laut ini sebenarnya telah berlangsung sejak tanggal 21 Agustus 2009 dan hingga saat ini belum mendapatkan penanganan yang serius dari pemerintah Australia.

Menurut Suryo Susilo, Ketua BIRU Voice, ladang minyak Montara yang meledak tersebut, letaknya dekat dengan gugusan Pulau Pasir (ashmore reef) yang menjadi pusat pencarian ikan dan biota laut lainnya oleh nelayan tradisional Indonesia. “Kalau tidak segera dibersihkan, genangan minyak dari pusat ledakan tersebut akan sangat mengancam mata pencaharian nelayan Indonesia. Selain itu, kelestarian lingkungan di sekitar perairan tersebut pun, kian terancam,” tegasnya.

Sementara Faisal Saleh, Wakil Ketua BIRU Voice menambahkan, yang lebih memprihatinkan adalah adanya informasi bahwa akibat dari meledaknya ladang minyak Montara, juga mengakibatkan luapan Lumpur panas yang fenomenanya mirip luapan lumpur panas Lapindo. “Pemerintah Australia harus memperhatikan hal ini secara serius. Jangan dibuat main-main,” ujar Faisal Saleh.

Dalam demo yang berlangsung tertib dan dihadiri sejumlah aktivis lingkungan dari Nusa Tenggara Timur dan Jakarta ini, BIRU Voice mengajukan beberapa seruan kepada pemerintah Australia, yaitu:

  1. Agar pemerintah Australia lebih serius dalam penanganan dampak perusakan  lingkungan di Celah Timor akibat ledakan lading minyak Montara.
  2. Agar pemerintah Australia lebih manusiawi dalam menangani para nelayan NTT yang akibat pencemaran terpaksa melaut dan memasuki wilayah Australia.
  3. Agar perusahaan pemilik ladang minyak Montara memberikan ganti rugi yang sepadan kepada nelayan dan petani rumput laut yang terkena dampak langsung dari pencemaran tersebut.


Setelah berdemo sekitar setengah jam, Kedutaan Australia akhirnya bersedia menerima Suryo Susilo dan Faisal Saleh untuk menyampaikan secara langsung seruan tersebut. Pihak Kedutaan berjanji akan menyampaikan seruan tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan dari kasus ini. Yang pasti, setiap kegiatan yang menyebabkan rusaknya lingkungan dan memiskinkan masyarakat, harus kita tolak  bersama-sama.**(Celestino Reda).

Add comment


Security code
Refresh

You are here: Berita Kronika LSM Biru Voice Demo Ke Kedutaan Australia

Copyright © 2007-2010 www.biruvoice.com. All Right Reserved. Designed by Nur Cholikul Anwar.