biruvoice.com - Menambah Wawasan, Menghadirkan Keindahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Hot Update

Statement BIRU Voice sekitar 2 bulan yang lalu tentang pencemaran di celah Timor akibat kebocoran ladang minyak Montara, baru sekarang ditanggapi Preisden SBY. BIRU Voice mengharapkan pemerintah dapat membentuk Tim Independen yang tidak terkendala oleh birokrasi dan kepentingan politik, melainkan sungguh-sungguh dapat melakukan investigasi dan langkah-langkah yang cepat untuk membantu rakyat yang terkena akibat secara langsung.

 

Berita terkait:

Green Festival 2009

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

MENGGUGAH KESADARAN LINGKUNGAN

Tak ada yang tampak sangat berbeda dari penyelenggaraan Green Festival yang dilaksanakan tahun 2009 lalu dibandingkan tahun sebelumnya. Begitu memasuki bagian depan ajang festival ini, kita akan bertemu dengan bola dunia yang di dalamnya berisi thermometer. Begitu pula dengan kartun-kartun satir karya Benny dan Mice yang berisi kritik lingkungan hidup. Juga masih nampak tas, dompet, dan lain-lain yang berbahan dasar sampah kemasan deterjen atau shampoo. Kita tahu, pembuat tas dan dompet tesebut adalah binaan PT. Unilever Indonesia. Dari sisi disain stand-stand pameran, semuanya masih seperti tahun sebelumnya. Namun ada juga hal-hal baru yang belum ada tahun sebelumnya. Misalnya tampilnya office paper daur ulang yang diproduksi oleh PT. Sinar Mas. Kabarnya harga kertas ini di super market seperti Matahari, Carrefour, Hypermart, bisa mencapai Rp.80.000/rim. Menurut penjaga stand Sinar Mas, harga kertas ini masih mahal karena produksinya memang masih terbatas. Ia juga menambahkan, sudah banyak kantor maupun pribadi yang menggunakan kertas tersebut.
Ada juga karya tangan berupa kapal perang, tank, sepeda, dan sebagainya yang dibuat dari sampah-sampah plastik dan elektronik seperti keping VCD, sparepart radio, dan lainnya.

Di stand PT. Pertamina ditampilkan teknologi geothermal sebagai bahan dasar pembangkit tenaga listrik. Menurut penjaga stannya, teknologi ini sudah dimanfaatkan di Indonesia dan bahkan sudah ikut mendukung pengadaan listrik PLN. Produksinya saat ini sudah mencapai 1.000 megawatt dan akan terus dikembangkan pada masa yang akan datang.

Ada juga pemandangan badut-badut yang sibuk mengumpulkan sampah yang ada di lokasi festival. Karena penampilannya yang lucu, tidak jarang para pengunjung minta foto bersama.

Memberikan Pengetahuan Praktis

Meski terkesan tak jauh berbeda dari tahun lalu, namun pengunjung yang datang ke festival ini tetap merasa mendapat pengetahuan baru tentang gaya hidup yang ramah lingkungan. "Kita jadi tahu bagaimana menggunakan listrik yang ramah lingkungan dan dari sampah, ternyata banyak karya yang bisa dibuat," kata Reny salah satu pengunjung.

Yang juga menarik, panitia memasang sebuah pengumuman yang bertuliskan permohonan maaf karena ajang festival ini masih menggunakan AC sebagai penyejuk ruangan. Hal ini mereka lakukan karena belum ada cara atau teknologi lain "yang lebih ramah laingkungan" untuk memberikan suasana nyaman kepada para pengunjung.

Festival ini dilaksanakan pada tanggal 5-6 Desember 2009 lalu di Parkir Timur Senayan.

**(Celestino Reda)

Comments  

 
0 #2 Melly 2010-03-14 17:12
sedikit ralat:
di greenfest 2008 sdh ada kertas daur ulang utk copy paper....dgn merk cyclus...di area ruang kerja.

akan lebih baik jika tulisannya tdk hanya bersifat memberitakan tp jg membuat pembaca lebih kritis dlm melihat acara2 spt greenfest, atau perusahaan2 spt sinar mas.

thx,
melly
Quote
 
 
0 #1 Devin 2010-03-02 13:21
Kalau dibandingkan dengan kegiatan serupa di sebuah negara tetangga, Green Festival di Jakarta kemarin sangat superfisial karena kurang partisipasi publik yang lebih orisinil.

Saya pikir agak berlebihan untuk meminta maaf karena digunakannya AC demi kenyamanan publik. Kenyamanan memang komoditi yang masih susah untuk ditinggalkan. Padahal hal yang sama dapat menjadi ukuran sejauh mana seseorang mau ber'korban' demi menyelamatkan bumi.

Salah satu ide untuk menghindari penggunaan AC yaitu ganti konsepnya dan kembangkan ide-ide kreatif yang dapat melibatkan publik tanpa harus menghambur-hamburkan sumber daya apapun. Bukannya tidak mungkin. Hanya keberanian pihak penyelenggara untuk bertindak di luar zona nyaman mereka yang bisa membuktikannya.

Good luck buat penyelenggara!
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

You are here: Berita Kronika Green Festival 2009

Copyright © 2007-2010 www.biruvoice.com. All Right Reserved. Designed by Nur Cholikul Anwar.