Rotary Club, Kebayoran Jakarta
Rotary Club Kebayoran merupakan bagian dari Rotary Club Indonesia. Rotary Club Indonesia sendiri ada sejak th 1927 di Yogyakarta. Setelah mengalami pasang surut, sejak tahun 1970 hingga kini Rotary Club Indonesia berkembang pesat dari Banda Aceh hingga Flores, dan telah mempunyai 100 klub di seluruh Indonesia. Organisasi ini memiliki berbagai kegiatan, di antaranya bergerak untuk pelestarian lingkungan hidup. Salah satu Rotary Club di Jakarta adalah Rotary Club Kebayoran Jakarta Selatan yang juga memiliki berbagai kegiatan di antaranya gerakan cinta lingkungan hidup.
Sebagai bukti kecintaannya kepada lingkungan, komunitas yang tergabung di Rotary Club Kebayoran akhir-akhir ini gencar mengadakan kegiatan penyelamatan darat, laut dan udara. Kegiatan yang dilakukan berupa gerakan penanaman pohon, penyelamatan air penyelamatan udara, juga penyuluhan pentingnya merawat lingkungan kepada anak-anak.
Penyuluhan yang baru-baru ini dilaksanakan adalah penyuluhan tentang tata cara menanam pohon yang baik, mulai dari bagaimana mendapatkan benih, menyebarkan benih, menyemai, serta merawat hingga menjadi pohon sebagai pelindung. Agar bumi tetap terawat dan terpelihara hara dan kwalitas kesuburannya, Rotary Club Kebayoran juga melakukan gerakan membuat sawah organik sehingga tanah bebas dari kimia, sehingga kwalitas kesuburan tanah tetap terawat. Sementara itu agar cadangan air dalam bumi tetap lestari, komunitas ini juga mengkampanyekan pentingnya penyelamatan air yang di antaranya dengan pembuatan lobang biopori dan sumur resapan.di lingkungan masyarakat.
Subagio Danuningrat, salah satu pengurus Rotary Club Kebayoran, menuturkan pentingnya pelestarian bumi (preserve planet earth). Yang salah satunya dengan gerakan penanaman pohon. Penanaman kembali lahan-lahan hutan atau lahan terbuka (reforestation). Ia mengungkapkan masyarakat harus tahu apa pentingnya penanaman pohon tegasnya.
Menurutnya ada 5 alasan kuat memelihara pohon.
- Pohon membantu menghemat energi. Empat (4) pohon di sekitar rumah dapat mengurangi penggunaan AC separuhnya.
- Pohon menyediakan suplai udara bersih:
- 40 pohon menyerap 36 kg polusi udara
- 4 m2 pepohonan menyerap 6 ton CO2
- Juga menyedialan 4 ton O2 (sama dengan kebutuhan O2 untuk 18 orang)
- Pohon merupakan filter air alami, menyerap air hujan, memperbaiki struktur tanah dan menahan erosi. 400 pohon mampu menyerap 14.000 galon air hujan.
- Pohon menyediakan makanan dan perlindungan bagi kehidupan flora dan fauna liar
- Pohon memberikan keindahan dan kepuasan hati.
Selain hal di atas dengan penanaman pohon menurutnya, dapat mengurangi proses pemanasan global, karena pohon menyerap gas buangan CO2, dari industri, pembangkit listrik, juga kendaraan bermotor, yang akhirnya akan mengurangi terbentuknya efek rumah kaca di atmosfir bumi, katanya.
Tidak hanya itu, untuk kelestarian bahari Rotary Club Kebayoran beberapa waktu yang lalu berhasil menanam pohon bakau di pesisir Muara Angke. Menurut alumni Jerman ini, pesisir pantai utara Jakarta banyak yang sudah terkena abrasi pantai, intrusi air laut, perubahan iklim mikro dan turunya produktivitas hayati, hal itu karena ulah tangan – tangan manusia.
Untuk mengatasinya, salah satu benteng di pantai adalah kawasan mangrove, tapi saat ini sudah mulai habis. Menurut Subagio, yang tinggal di Jl. Tirtayasa IV / 9 Kebayoran Jakarta Selatan ini, setiap tahun terjadi kerusakan 1 juta pohon bakau di kawasan mangrove, terutama di Jakarta Utara yakni Muara Angke, Cilincing dan sekitarnya. Padahal salah satu manfaat hutan mangrove yakni bisa menahan desakan ombak yang besar jika terjadi tsunami. Ia mencontohkan ketika terjadi tsunami di Aceh, hutan mangrove yang ada di sekitar lapangan terbang mampu menahan terjangan ombak, sehingga lapangan terbangnya selamat. Karena lapangan terbangnya selamat, maka bantuan bencana tsunami saat itu lancar. Bisa dibayangkan kalau lapangan terbangnya ikut rusak pada waktu itu, maka kondisi Aceh akan lebih berat lagi, terangnya.
Untuk mengganti hutan mangrove yang rusak, Rotary Club Kebayoran bekerjasama dengan para relawan berhasil menanam 100.000 pohon bakau di Muara Angke. Mantan pejabat di beberapa perusahaan multinasional yang kini mengabdikan diri sebagai Ketua RT 04 / 02 Kel. Melawai Kebayoran Jakarta ini, menceritakan dalam menanam pohon bakau bukan hal yang mudah karena pohon harus ditanam dengan kedalaman air setinggi dada manusia dewasa, jelasnya. Namun hal itu tidak meyurutkan tim Rotary Club Kebayoran untuk menanam pohon bakau tersebut. Dengan teknik yang telah diajarkan kepada para relawan, akhirnya pohon-pohon bakau itu bisa ditanam dengan baik. Caranya, sebelum bibit bakau ditanam, dibuatkan bronjong (semacam anyaman bambu) yang dibungkus dengan karung kemudian diisi lumpur. “Di situlah bibit bakau ditanam kemudian dilepas, jadi kita tidak perlu menyelam,” ujarnya.
Pemilik nama lengkap Dipl.Ing.Subagio Danuningrat ini, mengungkapkan banyak pihak yang turut berperan aktif dalam penanaman bakau saat itu. Para relawan saat itu hanya diundang melalui milis, ternyata banyak generasi muda yang siap jadi relawan dan begitu antusias. Mungkin dinilai sebagai petualangan karena ini tidak sekedar menanam, tapi menanam di air yang masih jarang dilakukan. Selain itu kondisi lumpur yang hitam pekat dan kadang – kadang di bawah lumpur terasa seperti ada binatang, merupakan tantangan tersendiri, urai bapak 2 putra dan 3 cucu ini semangat.
Bagaimana soal penanganan sampah? Rotary Club Kebayoran begitu peduli terhadap pengelolaan sampah agar sampah bisa berdaya guna dan berhasil guna. Subagio mengatakan bahwa penanggulangan sampah harus dihayati betul dan dimengerti oleh masyarakat, Masyarakat harus membantu sejak dari rumah (sampah rumah tidak keluar rumah), kalau persoalan sampah ini semua diserahkan kepada pemerintah, maka sampah akan menumpuk begitu saja. Untuk menjawab persoalan sampah yang sudah demikian menggurita saat ini Rotary Club Kebayoran, sedang mengembangkan pengelolaan sampah dengan berbagai metode di antaranya dengan proses pengomposan aerob, pengelolaan sampah dengan teknologi takakura (keranjang takakura) juga pegelolaan sampah dengan sistem 3 R plus (Reuse, Reduse, Recycle plus Replace, Replant, Reward, Redesign, Refactory, dan Recovery).
Dengan berbagai metode yang dikembangkan, baik sampah rumah tangga maupun sampah lainya bisa berhasil guna dan berdaya guna. Di antaranya diolah menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman hias, maupun tanaman yang ada di lingkungan rumah tangga. Sampah dipilah, diolah, dan menjadi berkah.
Jika saja mayoritas masyarakat Indonesia memiliki semangat cinta lingkungan hidup, seperti komunitas Rotary Club Kebayoran Jakarta Selatan, maka kita tidak perlu terlalu khawatir terhadap keselamatan lingkungan hidup kita, karena bumi, air dan udara akan tetap terjga. (Waspada MK)













Bagi murid sekolah, sarapan pagi sangat penting karena bisa mempengaruhi prestasi belajar. Menurut penelitian, murid yang tak pernah lupa sarapan saat mau berangkat sekolah prestasinya lebih tinggi dibandingkan yang tidak sarapan.

Seks itu idealnya spontan, namun kadang jadwalnya perlu disesuaikan dengan siklus masa subur khususnya saat sedang menginginkan kehamilan. Yang penting tidak usah terlalu kaku, sebab disiplin yang belebihan malah bisa bikin impoten.
Karena bersin-bersin cuma dianggap sepele, banyak orang tetap nekat mengendarai mobil atau motor saat mengalaminya. Polisi Inggris tidak mau ambil risiko, pengendara mobil atau motor yang kedapatan bersin-bersin bisa dikenai tilang.
Semakin meluasnya jenis orientasi seksual mendorong perlunya memiliki "gaydar" (gay radar). Gaydar adalah istilah yang dipakai luas untuk kemampuan menilai orientasi seksual orang lain dengan cepat. Bahkan beberapa orang memang benar-benar memiliki kemampuan unik ini.
Berbagai penelitian tentang hubungan antara pola makan dan kegemukan lebih banyak menyoroti porsi dan jumlah kalori. Padahal menurut penelitian terbaru, risiko kegemukan sangat dipengaruhi juga oleh teratur tidaknya jadwal makan.

