biruvoice.com - Menambah Wawasan, Menghadirkan Keindahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Hot Update

Statement BIRU Voice sekitar 2 bulan yang lalu tentang pencemaran di celah Timor akibat kebocoran ladang minyak Montara, baru sekarang ditanggapi Preisden SBY. BIRU Voice mengharapkan pemerintah dapat membentuk Tim Independen yang tidak terkendala oleh birokrasi dan kepentingan politik, melainkan sungguh-sungguh dapat melakukan investigasi dan langkah-langkah yang cepat untuk membantu rakyat yang terkena akibat secara langsung.

 

Berita terkait:

PECINTA BAHARI: ARANYACALA TRISAKTI

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 8
JelekBagus 

Divisi bahari Aranyacala Universitas Trisakti, memang luar biasa. Aktivis baharinya sudah pernah menjelajah di berbagai perairan di bumi pertiwi. Mereka pernah berenang, berlayar dan menyelam di perairan Papua, Bali, dan perairan lainnya. Tidak itu saja, Aprian sang Ketua HIMPALA (Himpunan Pecinta Alam) Aranyacala Trisakti, mengungkapkan bahwa Divisi Bahari Aranyacala Trisakti pernah meraih zaman keemasan, yakni saat bahariwan Arnyacala berhasil berlayar dari perairan Makasar hingga Tanjung Priok.

 

Diving hanyalah salah satu kegiatan bahariwan Aranayacala Trisakti. Selain itu banyak hal yang telah mereka lakukan untuk menyelamatkan laut kita. Mereka buktikan kecintaannya kepada perairan kita dengan berbagai karya nyata " sekali dayung 3, 4 pulau terlampaui " pepatah itu tampaknya yang mereka camkan betul. Artinya sambil berlayar, sambil diving, sambil berenang mereka melakukan kegiatan peyelamatan laut. Untuk meyelamatkan perairan Kepulauan Seribu misalnya, sahabat-sahabat bahariwan Aranyacala melakukan pembersihan sampah dan penanaman pohon mangrove sebagai agenda rutin, ujar Faizal salah satu diver Aranyacala.

Indahnya Diving di Pulau Sepa, Kepulauan Seribu

Salah satu tempat favorit untuk diving adalah pulau Sepa di Kepulauan Seribu. Para diver Aranyacala memilih menggunakan kapal kelas ekonomi atau juga disebut kapal ojek untuk bisa menikmati indahnya Pulau Sepa Kepulauan Seribu. Berangkat dengan kapal ojek dari tepi pantai Muara Angke plus ongkos 35 ribu rupiah tim penyelam Aranyacala Trisakti menuju pulau Sepa dengan diiringi angin laut yang begitu kencang dan air laut yang membuncah.

Kegiatan itu mereka lakukan selain mengobati kerinduannya terhadap keindahan terumbu karang yang ada di dalam perairan Pulau Sepa, juga untuk menambah jam penyelaman para diver.

Tentu bagi kita yang tidak biasa diving (menyelam), menyelam merupakan pekerjaan yang penuh tantangan dan resiko. Bayangkan saja jika kita harus menyelam di laut dengan kedalaman 20-30 meter selama hampir satu jam.

Lain halnya dengan para diver, menyelam (diving) merupakan kenikmatan yang tidak tertandingkan. Ketika BiruVoice mencoba mengorek apa sih nikmatnya berenang? Faizal menjawab," Nikmatnya gini, ya,…menurut saya nggak semua orang itu bisa melihat kehidupan dan keindahan di dalam laut, karena hanya orang –orang tertentu yang memiliki skill dan memiliki event itu, dia bisa menikmati keindahan bawah laut sampai kedalaman 20 sampai 30 meter." Di kedalaman itu menurut Faizal para diver masih ketemu ikan. Nah di saat itu juga bisa dimanfaatkan untuk memotret indahnya panorama dalam laut yang menakjubkan dengan kamera under water. Begitu indah dan nikmatnya penyelaman di Pulau Sepa, hingga Faizal dan timnya mampu menyelam selama 45 sampai 50 menit, bahkan itu menurutnya terasa terlalu singkat.

Masih menurut Faizal, selain bisa menikmati indahnya taman bahari saat menyelam, ada pengalaman batin
yang tidak terlupakan, yakni suasana tenang. Kita bisa merasa tenang, mungkin yang tadinya punya masalah, begitu masuk di dalam laut itu perasaan menjadi tenang, nggak ada yang berisik dan lain sebagainya. Masih menurut Faizal dengan menyelam kita bisa mendekatkan diri kita kepada Tuhan. Dengan keindahan laut yang luar biasa itu kita, bisa merasakan betapa Tuhan itu Maha Besar. Tidak hanya yang berada di atas bumi, yang di bawahpun ternyata lebih indah lagi. Maka dari itu seperti yang saya bilang tidak semua orang bisa menikmati indahnya, kekayaan laut, ungkap Faizal.

Hal yang sama di ungkapkan oleh Kartika. Mahasiswi semester 7 Fakultas Desain Universitas Trisakti ini begitu menikmati indahnya panorama perairan Pulau Sepa saat diving. Menurut gadis yang baru saja mendapatkan sertifikat sebagai penyelam ini kesan saat pertama kali melakukan penyelaman tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. " Pokoknya bener-bener indah banget" tukas gadis yang biasa dipanggil Tika ini. "Kebetulan saat saya menyelam tidak menemukan kotoran-kotoran, dan airnya juga sangat bersih, saya juga bisa melihat sampai ke dasar laut," ungkap Tika dengan wajah berseri.

Tika merupakan salah satu gadis yang beruntung, karena cita-citanya menjadi penyelam bisa terwujud. " Sebenarnya dari dulu saya itu pingin banget jadi penyelam, kebetulan pas gabung dengan pecinta alam Aranyacala ini baru terbuka koneksinya. Jadi benar-benar suatu kesempatan yang sangat baik" ungkapnya bangga.

Walaupun masih tergolong baru gadis lincah dan ramah ini sudah mampu menyelam selama 45 menit. Bersama tim Aranyacala yang lain Tika melakukan diving di Pulau Sepa yang terletak di ujung Kepulauan Seribu. " Penginnya sih bisa menyelam di Raja Ampat Papua, itu kata teman-teman yang paling bagus. Selain itu juga keli-ling Indonesia sambil menyelam " ujar Tika mengungkapkan keinginannya. "Inginnya sih mencoba menyelam di seluruh perairan yang ada di Indonesia, pingin melihat biota–biota lautnya, karena kita bisa menemukan apapun. Di dalam laut itu beda banget dech,.. dengan apa yang ada di luar. Semua warna yang kita cari ada didalam laut, warna apa aja itu ada di sana" lanjutnya.

Tika juga ingin mengajak semua orang untuk tidak takut melakukan diving. Menurut Tika, jika kita mampu menaklukkan rasa takut, kita akan bisa melakukan diving dan akan menemukan hal-hal baru, yang akan mampu mengubah cara pandang dan cara berfikir kita.

Persiapan Diving

Untuk menjaga keselamatan, baik Faizal maupun Kartika menjelaskan bahwa sebelum melaksanakan diving harus ada latihan dulu. Dalam latihan dikenalkan bahaya–bahaya apa saja yang bisa terjadi. Selain itu juga diberikan penjelasan bagaimana jika saat menyelam kita kekurangan oksigen. Kemudian juga diajarkan bahasa-bahasa isyarat. Juga bagaimana jika di dalam laut kita ketemu dengan binatang laut, serta bagaimana kita melepas oksigen di daerah maut dan lain-lain.

Secara rinci Kartika menjelaskan hal-hal yang dibutuhkan saat akan melakukan diving sebagai berikut:

Alat-alat yang dibutuhkan :

  1. Masker & Snorkel
  2. Regulator (terdiri dari beberapa bagian-first stage, second stage, alternate second stage, dll.)
  3. BCD (Bouyancy Control Device) - Rompi pengontrol keseimbangan
  4. Pemberat
  5. Fin
  6. Wetsuit

Syarat – syarat bagi calon diver.

  1. Seorang diver harus mempunyai sertifikat kelulusan dive (lembaga yg mengeluarkan seperti PADI, SSI, atau ADS)
  2. Latihan di kolam renang sebelum terjun langsung ke laut
  3. Kondisi fisik harus fit sewaktu ingin melakukan penyelaman
  4. Sebelum menyelam tidak boleh mengkonsumsi minuman beralkohol
  5. Setiap Penyelam harus menyelam dengan memiliki seorang buddy (buddy-sebutan untuk teman yang selalu harus berdekatan saat berada di dalam laut)

Persiapan & Langkah :

  1. Kenali tempat, lingkungan (biota-biota alam) di sekitar dan dalam laut yang akan diselami, dan jenis kapal yang akan digunakan.
  2. Persiapkan alat-alat yang akan digunakan :
    •Tabung oksigen (SCUBA) harus dicek sudah terisi penuh atau belum (dicek juga tekananannya),
    • Regulator ( Octopus-selang yang menyambungkan oksigen dari tabung ke mulut- bisa berfungsi atau tidak), BCD (berfungsi atau tidak)
  3. Setelah semua alat sudah berfungsi dengan baik, pakai semua alat sebelum masuk ke dalam laut.

Jika pembaca tertarik menyelami lebih jauh tentang olahraga diving ini, dapat memperoleh informasi lebih dalam di Bahariwan Aranyacala Trisakti, di Gelanggang Mahasiswa Universitas Trisakti Lt. 2 Jl. Kyai Tapa, Grogol Jakarta Barat. Selamat berwisata.
(Waspada MK).

 

Comments  

 
0 #1 che guevara 2012-02-07 02:53
bukan hanya diving baru dikatakan pecinta bahari kan....?????? anak2 budidaya perikanan juga pecinta bahari browww... ingat itu jan smpai mengklaim.............
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

You are here: Berita Gaya PECINTA BAHARI: ARANYACALA TRISAKTI

Copyright © 2007-2010 www.biruvoice.com. All Right Reserved. Designed by Nur Cholikul Anwar.