biruvoice.com - Menambah Wawasan, Menghadirkan Keindahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Hot Update

Statement BIRU Voice sekitar 2 bulan yang lalu tentang pencemaran di celah Timor akibat kebocoran ladang minyak Montara, baru sekarang ditanggapi Preisden SBY. BIRU Voice mengharapkan pemerintah dapat membentuk Tim Independen yang tidak terkendala oleh birokrasi dan kepentingan politik, melainkan sungguh-sungguh dapat melakukan investigasi dan langkah-langkah yang cepat untuk membantu rakyat yang terkena akibat secara langsung.

 

Berita terkait:

Perebutan Wilayah antara Manusia dan Alam

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Sering kita dengar di pulau Sumatera , kawanan gajah masuk ke perkampungan atau merusak ladang-ladang petani. Bukan karena gajah suka merusak atau menyerang manusia, karena hewan ini bukan jenis yang agresif. Tetapi gajah-gajah itu hanya melintasi rute penjelajahan mereka yang sudah dilakukan puluhan tahun. Sementara ladang-ladang petani itu adalah baru dibuka beberapa tahun belakangan.

Fenomena di atas adalah representasi bagaimana perebutan wilayah antar manusia dengan alam (hewan, tanaman, air dsbnya). Manusia membutuhkan pertanian, perkebunan untuk kehidupannya, tetapi sering kali membuka hutan dengan tidak bijak. Hewan tersingkir, tanaman makin langka, konservasi air menipis, udara tercemar dan  seterusnya.  Akhir dari semua ini adalah bencana yang juga mengancam manusia…banjir, tanah longsor, kekeringan, kualitas hidup merosot. Namun sering hal di atas diabaikan oleh mereka yang punya kuasa, baik kuasa wewenang maupun uang. Meskipun sudah ada aturan hukum yang jelas mengatur soal tata ruang maupun peruntukkan wilayah, mereka tidak peduli dan melangkahi saja aturan-aturan tersebut, demi kepentingan sendiri.

Contoh di depan mata tentang penyalahgunaan aturan hukum adalah menjamurnya villa di kawasan Puncak – Bogor dan Lembang – Bandung. Puncak adalah daerah resapan air untuk keperluan warga Bogor maupun Jakarta, demikian Perda menetapkan daerah ini. Namun makin hari makin gundul , dan ‘ditanami’ bangunan-bangunan beton, yang kadang ironis, berada di pegunungan yang mestinya dingin tetapi juga dipasangi AC. 

Hal yang sama terjadi di Lembang, Bandung. Di kawasan ini ada observatorium Bosscha, salah satu dari sedikit observatorium astronomi di lintang selatan Bumi. Bosscha memiliki peran penting dalam dunia ilmu pengetahuan dunia. Maka kawasan Lembang pun menjadi kawasan konservasi , khususnya dari cahaya. Tetapi apa lacur, semua orang berlomba membangun villa di kawasan ini, dan malam hari kawasan ini menjadi terang benderang.

Pada edisi kali ini kami menurunkan liputan perusakan kawasan Gunung Bunder/Halimun oleh merebaknya villa dari orang kota. Padahal kawasan ini masuk dalam Taman Nasional. Ancaman kehilangan beraneka ragam tanaman maupun hewan mulai mengintai di kawasan ini. Belum terlambat untuk menghentikan pembangunan villa yang makin banyak.  Pelajaran bencana di Puncak dan Lembang, semoga membuka mata para pemilik uang yang membangun villa di si kawasan Gunung Bunder. Juga penguasa setempat agar lebih berani menegakkan peraturan di kawasan ini.

Perebutan wilayah antara manusia dan alam juga terjadi di banyak tempat di Indonesia, seperti di hutan Kalimantan, Sumatera dan Papua dengan perkebunan sawit dan pertambangan. Semoga konflik kepentingan ini dapat diatur dengan baik, karena bagaimana pun bumi kita hanya satu, ditinggalin bersama maka mesti dirawat dengan bijak.

Add comment


Security code
Refresh

You are here: Berita Editorial Perebutan Wilayah antara Manusia dan Alam

Copyright © 2007-2010 www.biruvoice.com. All Right Reserved. Designed by Nur Cholikul Anwar.