Sering kita dengar di pulau Sumatera , kawanan gajah masuk ke perkampungan atau merusak ladang-ladang petani. Bukan karena gajah suka merusak atau menyerang manusia, karena hewan ini bukan jenis yang agresif. Tetapi gajah-gajah itu hanya melintasi rute penjelajahan mereka yang sudah dilakukan puluhan tahun. Sementara ladang-ladang petani itu adalah baru dibuka beberapa tahun belakangan.
Fenomena di atas adalah representasi bagaimana perebutan wilayah antar manusia dengan alam (hewan, tanaman, air dsbnya). Manusia membutuhkan pertanian, perkebunan untuk kehidupannya, tetapi sering kali membuka hutan dengan tidak bijak. Hewan tersingkir, tanaman makin langka, konservasi air menipis, udara tercemar dan seterusnya. Akhir dari semua ini adalah bencana yang juga mengancam manusia…banjir, tanah longsor, kekeringan, kualitas hidup merosot.
Namun sering hal di atas diabaikan oleh mereka yang punya kuasa, baik kuasa wewenang maupun uang. Meskipun sudah ada aturan hukum yang jelas mengatur soal tata ruang maupun peruntukkan wilayah, mereka tidak peduli dan melangkahi saja aturan-aturan tersebut, demi kepentingan sendiri.
Contoh di depan mata tentang penyalahgunaan aturan hukum adalah menjamurnya villa di kawasan Puncak – Bogor dan Lembang – Bandung. Puncak adalah daerah resapan air untuk keperluan warga Bogor maupun Jakarta, demikian Perda menetapkan daerah ini. Namun makin hari makin gundul , dan ‘ditanami’ bangunan-bangunan beton, yang kadang ironis, berada di pegunungan yang mestinya dingin tetapi juga dipasangi AC.
Hal yang sama terjadi di Lembang, Bandung. Di kawasan ini ada observatorium Bosscha, salah satu dari sedikit observatorium astronomi di lintang selatan Bumi. Bosscha memiliki peran penting dalam dunia ilmu pengetahuan dunia. Maka kawasan Lembang pun menjadi kawasan konservasi , khususnya dari cahaya. Tetapi apa lacur, semua orang berlomba membangun villa di kawasan ini, dan malam hari kawasan ini menjadi terang benderang.
Pada edisi kali ini kami menurunkan liputan perusakan kawasan Gunung Bunder/Halimun oleh merebaknya villa dari orang kota. Padahal kawasan ini masuk dalam Taman Nasional. Ancaman kehilangan beraneka ragam tanaman maupun hewan mulai mengintai di kawasan ini. Belum terlambat untuk menghentikan pembangunan villa yang makin banyak. Pelajaran bencana di Puncak dan Lembang, semoga membuka mata para pemilik uang yang membangun villa di si kawasan Gunung Bunder. Juga penguasa setempat agar lebih berani menegakkan peraturan di kawasan ini.
Perebutan wilayah antara manusia dan alam juga terjadi di banyak tempat di Indonesia, seperti di hutan Kalimantan, Sumatera dan Papua dengan perkebunan sawit dan pertambangan. Semoga konflik kepentingan ini dapat diatur dengan baik, karena bagaimana pun bumi kita hanya satu, ditinggalin bersama maka mesti dirawat dengan bijak.













Ribet atau susah dipakai sering menjadi alasan pria malas menggunakan kondom. Untuk itu, seorang desainer Afrika Selatan membuat penemuan cerdik, yaitu kondom baru yang hanya butuh waktu 3 detik untuk memasangnya.

Ada berbagai tempat yang bisa jadi alternatif pasangan untuk berhubungan seks, salah satunya di dalam air atau kolam renang. Namun ada anggapan bercinta di dalam air tidak menyebabkan kehamilan. Benarkah?
Bagi laki-laki, hidup di daerah tropis memberi banyak manfaat, terutama dalam kehidupan seksualnya. Penelitian menemukan bahwa paparan sinar matahari berakibat positif bagi hasrat seksual laki-laki.
Minuman bersoda berbahaya bukan saja karena kandungan gulanya yang tinggi dan bisa memicu diabetes. Soda juga bisa mengancam paru-paru sehingga rentan asma dan batuk kronis.
Terapi perilaku kognitif merupakan terapi andalan untuk mengobati gangguan kecemasan. Namun efek terapi tersebut bahkan tidak mempan ketika diterapkan pada lansia.

