Suara Anggota DPR
Penyalahgunaan fungsi lahan di kawasan Puncak sudah lama diketahui sebagai salah satu pemicu terjadinya banjir di Jakarta. Namun mengapa hal tersebut masih terus terjadi bahkan hingga detik ini?
Beberapa tahun silam, ketika Jakarta dilanda banjir hebat, penyalahgunaan fungsi lahan di kawasan Puncak, misalnya untuk membangun villa, memang sempat diperhatikan oleh pemerintah. Bahkan ada villa yang dibongkar segala. Tapi sesudah itu, villa-villa baru kembali bermunculan, bahkan dengan cakupan wilayah yang semakin luas. Apa yang salah?
Menurut anggota komisi VII DPRRI Totok Taryanto penyebabnya adalah kolusi antara Pemda setempat dengan pengusaha, atau Pemda dengan penguasa di Jakarta. “Dan hal begini bukan rahasia lagi. Sebab sudah sangat telanjang diberitakan,” ujarnya.
Menurut Totok kesadaran orang Indonesia, termasuk para penguasanya, terhadap lingkungan hidup masih sangat rendah. Bila terjadi musibah besar seperti banjir bandang atau tanah longsor, barulah pemerintah dan para politisi mulai mempersoalkan pengelolaan lingkungan. “Tapi sesudah itu, kalau nggak ada bencana, ya diam lagi,” ucap politisi PAN ini.
Akibat kesadaran yang masih rendah tersebut, tidak heran bila pembangunan villa dan rumah mewah di kawasan Puncak masih terus berlanjut.
Penegakan Hukum
Totok mengatakan, keadaan seperti ini tidak bisa dibiarkan terus menerus. Sebab, makin hari bencana alam seperti banjir dan longsor makin kerap terjadi. Bukan hanya di Jakarta, tapi di kawasan Puncak juga.
Dan satu-satunya cara yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan penegakan hukum pada kawasan tersebut. “Villa-villa yang berdiri di tempat yang tidak semestinya harus dibongkar,” katanya.
Ketika ditanya bagaimana melakukan penegakan hukum tersebut, Totok menjawab dia dan teman-temannya di komisi VII yang berfungsi mengawasi kebijakan lingkungan hidup akan mendesak agar Pemda setempat melakukan penegakan hukum tersebut. Jika Pemda tidak serius, maka mereka akan mendesak Menteri Lingkungan Hidup yang melakukannya, dengan didukung oleh kepolisian, dan aparat penegak hukum lainnya.
Sementara itu, politisi dari Partai Golkar Idrus Marham mengatakan ia tidak keberatan jika pemerintah meminta villa yang di Puncak dibongkar untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Namun Idrus menambahkan, cara memintanya hendaknya dilakukan secara beretika karena ketika mendirikan villa tersebut, ia pun telah melewati prosedur hukum yang ada.
“Kalau pemerintah minta, pasti kita beri. Tapi dengan cara yang baiklah. Jangan dengan cara-cara yang kurang sopan atau main tekan segala,” ujarnya.**( Celestino Reda.)













Ribet atau susah dipakai sering menjadi alasan pria malas menggunakan kondom. Untuk itu, seorang desainer Afrika Selatan membuat penemuan cerdik, yaitu kondom baru yang hanya butuh waktu 3 detik untuk memasangnya.

Ada berbagai tempat yang bisa jadi alternatif pasangan untuk berhubungan seks, salah satunya di dalam air atau kolam renang. Namun ada anggapan bercinta di dalam air tidak menyebabkan kehamilan. Benarkah?
Bagi laki-laki, hidup di daerah tropis memberi banyak manfaat, terutama dalam kehidupan seksualnya. Penelitian menemukan bahwa paparan sinar matahari berakibat positif bagi hasrat seksual laki-laki.
Minuman bersoda berbahaya bukan saja karena kandungan gulanya yang tinggi dan bisa memicu diabetes. Soda juga bisa mengancam paru-paru sehingga rentan asma dan batuk kronis.
Terapi perilaku kognitif merupakan terapi andalan untuk mengobati gangguan kecemasan. Namun efek terapi tersebut bahkan tidak mempan ketika diterapkan pada lansia.

