biruvoice.com - Menambah Wawasan, Menghadirkan Keindahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Hot Update

Statement BIRU Voice sekitar 2 bulan yang lalu tentang pencemaran di celah Timor akibat kebocoran ladang minyak Montara, baru sekarang ditanggapi Preisden SBY. BIRU Voice mengharapkan pemerintah dapat membentuk Tim Independen yang tidak terkendala oleh birokrasi dan kepentingan politik, melainkan sungguh-sungguh dapat melakukan investigasi dan langkah-langkah yang cepat untuk membantu rakyat yang terkena akibat secara langsung.

 

Berita terkait:

Swasta Mendukung Jakarta Green City

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Pihak swasta sangat mendukung program Pemda DKI Jakarta yang ingin membuat Jakarta sebagai kota hijau atau biasa disebut Jakarta Green City.

Manager Public Relation PT. Sampoerna Tbk Veranita Puspadewi mengatakan perusahaannya sangat mendukung program Jakarta Green City. Sebab katanya, kota yang hijau dengan taman kota yang banyak akan sangat membantu warganya hidup damai dan sejahtera. "Apalagi buat Jakarta dengan tingkat polusi dan tekanan hidup yang tinggi, tentu sangat membutuhkan kehadiran taman kota yang memadai dan berkualitas," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Julian Warman, Humas PT. Astra Internasional. Menurutnya sudah merupakan sebuah keharusan Jakarta mencanangkan dirinya sebagai kota hijau. Sebab, Jakarta dengan fungsinya sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis dan industri, serta tujuan pariwisata, tentu harus membuat keseimbangan sedemikian rupa agar kota ini tetap terlihat indah dan asri. "Karena itulah PT. Astra Internasional sangat mendukung program ini," ujarnya.

 

Lomba Kota Hijau

Veranita Puspadewi mengatakan, program Jakarta Green City sangat selaras dengan program Corporate Social Responsibility yang ada di perusahaannya. Veranita menjelaskan, sejak tahun 2004 perusahaannya telah mengadakan lomba kota hijau dengan misi utama memberdayakan masyarakat agar masyarakat berperan aktif dalam menghijaukan, membersihkan, dan merawat lingkungannya.

Jakarta merupakan salah satu kota yang selalu terlibat dalam lomba "Kotaku Hijau" . Tahun ini misalnya ada tiga kelurahan di Jakarta yang mengikuti lomba ini. Yaitu Pondok Labu, Pondok Pinang, dan Jagakarsa.

Ada beberapa ketegori yang diperlombakan dalam lomba ini. Yaitu Hijau Lingkungan, Bersih Lingkungan, Taman Hijau, dan Pemuda Pro Hijau. "Jakarta sendiri berhasil keluar sebagai juara I kategori Pemuda Pro-Hijau," jelas Veranita.

Ada beberapa hal yang menarik dari lomba ini. Pertama, sejak tahun 2007 PT. Sampoerna menggandeng Institut Pertanian Bogor yaitu ditunjuk Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin untuk membuat suatu konsep yang lebih komprehensif tentang sebuah kota yang hijau.

Prof. Hadi kemudian menuliskan sebuah buku sebagai pedoman ‘Kota Hijau’ tersebut. Dalam buku tersebut antara lain disebutkan sebuah kegiatan penghijauan tidak hanya sekedar menanam pohon. Tapi vegetasi yang ada di situ harus bersifat multi fungsi. Baik sebagai penyerap CO2, pemroduksi O2, maupun sebagai tempat hidupnya satwa liar. Mi-salnya burung, kupu-kupu, dan sebagainya.

Demikian pula dengan taman kota. Selain mengemban tiga fungsi di atas, taman kota juga harus bisa menjadi sarana hiburan bagi warga. Maka di taman kota itu harus ada sarana bermain anak-anak, ada trek jogging, dan bahkan trek refleksi. Sebab trek refleksi ini berguna untuk meningkatkan kesehatan masyarakat serta menurunkan tingkat stres.

Ketika ditanya tujuan dari program ini, Veranita menjelaskan ada dua hal mendasar yang ingin dicapai lewat program ini. Pertama, timbulnya kesadaran dalam diri masyarakat untuk secara mandiri merawat dan menjaga lingkungannya. Kedua, menyebarkan virus hijau kepada kelompok masyarakat lainnya. "Jadi mereka yang sudah pernah mengikuti lomba Kotaku Hijau ini diharapkan bisa menjadi agen-agen yang akan menularkan pemahaman yang sama tentang pen-tingnya merawat lingkungan hidup kita. Dengan itu diharapkan pula semakin banyak orang yang memiliki a-tensi yang sama," ujar Veranita.

Dihubungkan dengan program Pemda DKI Jakarta saat ini, apa yang telah dilakukan oleh PT. Sampoerna Tbk merupakan partisipasi aktif kalangan swasta dalam mewujudkan cita-cita pemerintah.

Membuat Taman Kota

Aksi nyata juga ditunjukkan oleh PT. Astra Internasional. Melalui anak perusahaannya PT. Toyota Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang otomotif ini membuat sebuah taman kota di sekitar kupingan fly over Pe-rintis Kemerdekaan Jakarta Pusat. Taman kota yang mereka namai Taman Hijau Toyota ini memiliki luas satu hektar dengan aneka tanaman di dalamnya. Tak hanya itu, sebelumnya PT. Toyota Tbk telah pula membuat dua penghijauan yaitu Toyota Forest I yang terdapat di Plumpang Jakarta Utara, serta Toyota Forest II yang terletak di sekitar lokasi pabrik di Ke-rawang, Jawa Barat.

Komitmen PT. Astra Internasio-nal terhadap pelestarian lingkungan terutama dalam hubungannya dengan global warming tak berhenti di situ. Mereka juga mengembangkan teknologi mesin dari menggunakan BBM menjadi menggunakan gas, juga mobil hemat bahan bakar. Di tingkat sekolah, mereka juga mengembangkan apa yang disebut Toyota Eco Youth, di mana para siswa dibina dan dimotivasi untuk lebih peduli pada lingkungan hidup.

Di tingkat perusahaan mereka juga mengembangkan 3 model green. Yaitu Green Employee, Green Family, dan Green Factory atau Office. Green Employee yaitu membangun pola pikir hemat energi dalam melakukan aktivitas sehari-hari, dimulai dari diri sendiri; Green Family yaitu aktivitas untuk melakukan hemat energi bagi karyawan beserta keluarganya di rumah; Green Factory/Green Office yaitu melakukan aktivitas hemat energi dan penanaman pohon sebanyak 1.000 pohon di lingkungan kerja.

Tak heran bila pada hari Lingku-ngan Hidup 5 Juni lalu, perusahaan ini mendapatkan penghargaan dari Pemda DKI Jakarta sebagai perusahaan dengan pengelolaan lingkungan hidup kategori sangat baik.
Meski beberapa perusahaan terlihat sudah sangat maju mendukung program Jakarta Green City, namun masih banyak juga perusahaan lain yang bahkan tidak tahu program itu ada. Untuk itu Pemda DKI Jakarta harus lebih pro-aktif mensosialisasikan program tersebut kepada perusahaan-perusahaan swasta. Semakin banyak pihak yang terlibat, tentu saja upaya kita bersama untuk membuat Jakarta tetap hijau dan asri akan semakin cepat terwujud.**
(Celestino Reda).

Add comment


Security code
Refresh

You are here: Artikel Arsip Artikel

Copyright © 2007-2010 www.biruvoice.com. All Right Reserved. Designed by Nur Cholikul Anwar.