biruvoice.com - Menambah Wawasan, Menghadirkan Keindahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Hot Update

Statement BIRU Voice sekitar 2 bulan yang lalu tentang pencemaran di celah Timor akibat kebocoran ladang minyak Montara, baru sekarang ditanggapi Preisden SBY. BIRU Voice mengharapkan pemerintah dapat membentuk Tim Independen yang tidak terkendala oleh birokrasi dan kepentingan politik, melainkan sungguh-sungguh dapat melakukan investigasi dan langkah-langkah yang cepat untuk membantu rakyat yang terkena akibat secara langsung.

 

Berita terkait:

Kerjasama Politeknik Negeri Jakarta–Pertamina: Bor Biopori Tangguh

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 7
JelekBagus 

Prof. Dr. Ir. Johny Wahyuadi Soedarsono, DEA - Direktur Politeknik  Negeri JakartaDalam rangka menjaga kelestarian lingkungan sekaligus sebagai upaya penanggulangan banjir di Jakarta, PT. PERTAMINA melalui program Corporate Social Responsbility (CSR) menggandeng Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) untuk pengadaan 4.000 bor biopori yang akan dibagikan ke sekolah–sekolah di wilayah DKI Jakarta.

Seperti telah kita ketahui, belakangan ini sedang marak disosialisasikan lubang resapan air - biopori oleh berbagai lembaga dan instansi pemerintah. Lubang resapan biopori berfungsi meningkatkan daya resapan air dalam tanah sekaligus mengubah sampah organik menjadi kompos.

Dengan adanya ribuan lubang resapan biopori di wilayah DKI Jakarta diharapkan mampu menambah bidang resapan air. Makin banyak air yang masuk ke dalam tanah, maka akan meminimalisir luasan banjir yang rutin melanda DKI Jakarta. Sementara itu untuk membuat ribuan lubang dan bahkan puluhan ribu lubang resapan biopori, tentu dibutuhkan bor biopori yang tangguh, ekonomis dan efisien. Guna memenuhi kebutuhan itu PT. PERTAMINA (persero) menggandeng pihak Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) untuk pengadaan bor biopori dimaksud.

 

Program CSR Pertamina

Sebagai bukti kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, PT. Pertamina (persero) melalui program CSR gencar mensosialisasikan pentingnya lubang biopori sekaligus membagikan bor biopori ke seluruh pelosok Indonesia. Untuk merealisasikan hajat besar itu Pertamina membutuhkan mitra kerja yang kompeten, yang salah satunya Politeknik Negeri Jakarta. Direktur Politeknik Negeri Jakarta Prof. Dr. Ir. Johny Wahyuadi Soedarsono, DEA, mengungkapkan, untuk tahap awal PNJ mendapatkan kepercayaan membuat bor biopori sebanyak 4.000 unit, yang akan didistribusikan ke sekolah-sekolah yang ada di DKI Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa sebenarnya pembuatan bor biopori ini merupakan kegiatan awal Pertamina yang akan memberikan bor biopori ke seluruh pelosok Indonesia, Namun untuk mencapai suatu jumlah tertentu tidak bisa diserahkan kepada salah satu lembaga tertentu saja, tapi dikerjakan oleh berbagai perguruan tinggi. "Khususnya teknologi biopori ini kalau tidak salah dimulai dari kawan–kawan IPB. Kita nggak tahu berapa yang dikerjakan oleh kawan-kawan IPB, tapi kami ini (PNJ) mendapat kepercayaan
untuk membuat 4.000 bor biopori. Prinsipnya sama, hanya saja kita memperbaiki teknologi yang ada, sehingga relatif lebih menunjang untuk dioperasikan." ujarnya.

Terkait dengan CSR Pertamina, program pembuatan 4.000 bor biopori untuk sekolah – sekolah di DKI Jakarta, dinilai Johny sangat bagus dan sangat tepat. Ia melihat Pertamina sebagai BUMN yang salah satu proses produksinya ada keterkaitan dengan lingkungan. Nah program ini diharapkan bisa membantu untuk pelestarian lingkungan, demikian menurut Johny.

Direktur Politeknik Negeri Jakarta itu berharap, dengan diberikannya bor biopori ke sekolah-sekolah DKI Jakarta, anak-anak sekolah bisa belajar membuat lubang resapan biopori yang kemudian juga diterapkan di rumahnya masing-masing. "Kita berharap anak-anak ini akan menurut saat diminta untuk membuat lubang biopori.oleh gurunya. Misalnya diberikan tugas oleh gurunya, membuat lubang biopori di rumah" , tuturnya.

Lebih jauh, orang nomor satu di Politeknik Negeri Jakarta ini berharap, dengan program ini timbul kesadaran masyarakat bahwa pelestarian lingkungan ini menjadi utama. "Dan itu disadari betul oleh Pertamina sehingga CSR Pertamina memberikan dana yang cukup besar kepada kita untuk membuat bor biopori yang nantinya akan diserahkan kepada sekolah-sekolah," ungkapnya.

Bor Biopori Tangguh

Keberadaan teknologi bor biopori Politeknik Negeri Jakarta–Pertamina, tidak terlepas dari bor biopori pendahulunya yang merupakan karya IPB. Hal itu dikatakan oleh Johny Wahyuadi Soedarsono selaku penanggung jawab utama terhadap pembuatan 4.000 bor biopori ini.

"Teknologi biopori yang ada (produk PNJ) tentunya juga melihat apa yang telah dibuat oleh kawan–kawan IPB. Dari sana kami ingin mengembangkan, karena biopori ini dioperasikannya dengan menggunakan tangan, tentunya bagaimana agar penggunaan alat ini tidak menggunakan tenaga terlalu besar, kami berharap semua orang bisa menggunakan alat ini" .

Sosok yang kerap dipanggil Pak Direktur ini, menunjukkan keunggulan bor biopori produk PNJ ini, di antaranya: bagian bawah (mata bor) ada modifikasi sehingga ketika bor digunakan tanahnya akan naik, dengan sendirinya.

" Nah alhamdulillah, dengan modifikasi yang ada, tanah bekas bor bisa naik secara manual yang kemudian kita angkat untuk dikeluarkan, jadi relatif lebih cepat" jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Seto Tjahyono ST, staf pengajar Politeknik Negeri Jakarta yang sekaligus arsitek dan penanggungjawab lapangan pembuatan bor biopori Pertamina – PNJ ini," Sebetulnya bor biopori ini sudah ada sebelumnya, artinya ini bukan yang pertama kali, beberapa desain sudah ada dan saya ingin membuat desain yang berbeda dengan desain yang sudah ada, Prinsipnya saya ingin memperbaiki dari kelemahan – kelemahan dari biopori yang sudah ada."

Secara teknik, pria yang sudah mengabdi di Politeknik Negeri Jakarta sejak tahun 1983 ini menerangkan " Kalau kita lihat konstruksinya sederhana, sebenarnya tukang-tukang bor sumur membuat alat yang mirip, cuma bedanya ada dekonstruksi pada mata pisaunya (mata bornya). Jadi mata pisaunya selain bisa melubang dia bisa langsung mengangkat tanah keluar dari lubang. Dan bedanya lagi dengan produk yang lain lubang yang kita buat ini, hasilnya bulat dan tanahnya tidak ada yang tersisa dalam lubang (bersih). Itu mungkin yang membedakan kami dengan produk yang sudah ada di lapangan." .

Secara rinci Seto Tjahyono menjelaskan keunggulan Bor Biopori Politeknik Negeri Jakarta – Pertamina di antaranya:

  1. Konstruksinya tangguh
  2. Hasil lubangnya bulat
  3. Tidak ada sisa tanah dalam lubang
  4. Ketebalan mata bor lebih tebal hampir 2 X lipat (dibandingkan dari yang sudah ada)
  5. Tiang & gagang lebih tebal terbuat dari baja pilihan
  6. Diperkirakan umur pemakaian, mampu mengebor 1.000 lubang biopori.

Lebih lanjut, pria murah senyum ini menjelaskan bor biopori produk Politeknik Negeri Jakarta yang kemudian diberi label Pertamina ini memiliki spesifikasi:

  • Panjang lengan (pegangan) 40 cm
  • Tinggi 120 cm
  • Berat kurang lebih 3 kg / unit
  • Diameter lubang 9 -10 cm
  • Kedalaman pengoboran maksimum 100 cm
  • Bahan tiang dan lengan (pegangan) pipa ASTM A53 Schedul 40 diameter ¾ inch, panjang 6 meter & tebal 2,5 mm
  • Bahan mata bor, pelat baja karbon tebal 3 mm

Melihat keunggulan dan spesifikasi tersebut maka pantas jika kemudian berbagai pihak mengatakan bahwa bor biopori produk Politeknik – Pertamina ini memang tangguh.

Masih menurut Seto Tjahyono, untuk menyelesaikan proyek 4.000 bor biopori memerlukan waktu 34 hari kerja, dengan melibatkan 10 -12 orang tenaga ahli (instruktur),10 orang teknisi, dan 30 mahasiswa setiap harinya.
Tidak hanya itu, untuk mendapatkan hasil yang maksimal bor biopori PNJ-Pertamina ini didukung oleh peralatan modern. Sesuai pengamatan Biru Voice di lapangan, seluruh peralatan pendukung untuk memproduksi bor biopori ini merupakan produk Jerman. Jadi tidak mengherankan jika produk yang dihasilkan pun handal.

Teknologi Multi Bor Otomatis

Tampaknya tim ahli Politeknik Negeri Jakarta tidak puas sampai di situ. Berdasarkan pengalaman membuat 4.000 bor biopori, ke depan mereka ingin mengembangkan bor biopori otomatis. Bahkan Seto Tjahyono ST, sudah berfikir bagaimana bor biopori otomatis ini mampu membuat lubang 4 sampai dengan 8 lubang sekaligus. "Jadi mata bornya ada 8 dan bergerak secara bersamaan, tentu dengan menggunakan mesin (motor listrik)" tutur Seto.

Seiring dengan kemajuan teknologi tepat guna, tentu rencana tersebut patut kita sambut dengan gembira. Harapan kita produk – produk yang dihasilkan merupakan produk unggulan yang murah, handal dan juga ramah lingkungan, Kalau saat ini Pertamina sudah memulai, untuk ke-sempatan yang akan datang siapa menyusul….?

(Waspada MK).

Comments  

 
0 #8 immanuel ginting 2011-11-07 11:16
Salam kenal. saya sangat gembira sekali dengan alat biopori kerjasama dengan pertamina, Bagaimana cara mendapatkan alat tersebut , dan dapatkah dibuat diameter lubang 25 cm untuk keperluan gali lubang untuk tanam pohon? agar petani juga mendapatkan kemudahan dari hasil teknologi kerjasama tsb. terima kasih
Quote
 
 
0 #7 immanuel ginting 2011-11-01 11:19
Kami sangat setuju dengan sadar lingkungan,
Mohon informasi alat yang sudah disempurnakan tersebut, kemana kami bisa mendapatkan alat tersebut. Mungkin kalau bisa dgn harga nya juga. Mohon Balasan
Terima kasih.
Quote
 
 
+1 #6 Haryo Setiawan 2011-01-10 14:34
kami sangat tertarik dgn alat Pelubang biopori, bahkan saya sudah muter2 di jakarta bbrp bulan yang lalu namun pulang ke batam dengan tangan hampa.

Mohon informasinya, kemana kami bisa mendapatkan alat tersebut. Mungkin kalau bisa dgn harga nya juga.

Terima kasih,
Haryo (trikarsajasa@y ahoo.com)
Quote
 
 
0 #5 anna 2010-12-17 09:54
[google][google ][wiki][wiki]Ka mi dari Kesatuan Bisnis Mandiri Agroforestry Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah juga bermaksud untuk membeli biopori. Dapatkah kami datang langsung ke Jurusan teknik Mesin PNJ untuk membeli biopori di sana? Berapa harga per pcs-nya?[/wiki][/google]
Quote
 
 
0 #4 syardi hanif 2010-10-15 11:02
Mohon infonya agar saya bisa mendapatkan bor biopori ini. saya berdomisili di padang.
Quote
 
 
0 #3 ERWIN 2010-03-31 09:52
Setelah saya membaca artikel"jurusan teknik mesin pnj membuat alat pelubang biopori"dgn kerjasama pertamina.
Saya tertarik u/ikut membantu masyarakat menanggulangi banjir di daerah saya &lebih mengoptimalkan kualitas serap tanah.
Oleh karena itu saya ingin menanyakan:
1).apakah biopori pnj ini jg bisa dperjualbelikan pd masyarakat umum?
2).berapa harganya,(+ongk os kirim ke Balikpapan)?
3).minimum pemesanan?
4).cara pemesanan?
5).contact person yg bs saya hub mengenai biopori pnj ini?

Mhn bantuannya dan saya sangat mengharapkan jawabannya.
Trimakasih.
Quote
 
 
0 #2 Redaksi Biruvoice 2010-02-17 10:24
Quoting Agus:
Setuju sekali,kami sendiri juga sedang mengembangkan di lingkungan dan perusahaan tempat kerja kami untuk menggalakkan "darling" sadar lingkungan. dan salah satunya dengan membuat biopori pertanyaan saya: Bagaimana cara mendapatkan alat tersebut? bolehkah meniru mebuat alat tersebut tapi tidak untuk di jual? txs


Untuk informasi mengenai alat tersebut dapat melihat di situs www.pnj.ac.id. tks
Quote
 
 
+1 #1 Agus 2010-02-17 09:43
Setuju sekali,kami sendiri juga sedang mengembangkan di lingkungan dan perusahaan tempat kerja kami untuk menggalakkan "darling" sadar lingkungan. dan salah satunya dengan membuat biopori pertanyaan saya: Bagaimana cara mendapatkan alat tersebut? bolehkah meniru mebuat alat tersebut tapi tidak untuk di jual? txs
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

You are here: Artikel Arsip Artikel

Copyright © 2007-2010 www.biruvoice.com. All Right Reserved. Designed by Nur Cholikul Anwar.