biruvoice.com - Menambah Wawasan, Menghadirkan Keindahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Hot Update

Statement BIRU Voice sekitar 2 bulan yang lalu tentang pencemaran di celah Timor akibat kebocoran ladang minyak Montara, baru sekarang ditanggapi Preisden SBY. BIRU Voice mengharapkan pemerintah dapat membentuk Tim Independen yang tidak terkendala oleh birokrasi dan kepentingan politik, melainkan sungguh-sungguh dapat melakukan investigasi dan langkah-langkah yang cepat untuk membantu rakyat yang terkena akibat secara langsung.

 

Berita terkait:

T.S. Reza: Selalu Membawa Kran Air

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Laki-laki yang satu ini termasuk salah satu manusia unik di dunia. Mau tahu apa keunikannya? Ke mana pun dia pergi, di mobilnya pasti selalu tersedia 4-5 buah kran air. Untuk apa?

Selidik punya selidik, dosen di salah satu perguruan tinggi di Jakarta ini, paling gregetan jika melihat air ledeng ngucur begitu saja karena di pipanya tidak ada kran atau kran airnya sudah rusak. Jika mendapati hal demikian, Pak Reza—demikian dia disapa, tidak akan segan-segan menyingsingkan lengan maju dan mulai mengganti kran tersebut.

Semua ini dia lakukan karena merasa bahwa air sangat penting bagi kehidupan manusia. Bayangkan bila tak ada air, betapa susahnya kehidupan ini.

 

"Membawa kran seperti ini sudah saya lakukan kira-kira 10 tahun terakhir. Saya suka sedih bila melihat di tempat-tempat publik, banyak kran air yang tidak terurus. Ini menunjukkan kepedulian kita terhadap lingkungan masih sangat rendah," paparnya.

Kepedulian Reza terhadap air tidak berhenti di urusan kran saja. Di rumahnya pun dia suka mengajarkan keluarganya untuk menggunakan air secara efisien. Misalnya untuk mandi tidak perlu menggunakan bergayung-gayung air. Dengan beberapa gayung saja sudah bersih, maka gunakan secukup itu saja.

Begitu pula dalam hal minum air. Ia selalu menyaran-kan keluarga agar minum air sampai habis. Jangan sisakan di gelas. Namun, jika pun ada yang tersisa, maka Reza akan mengumpulkannya dan merebusnya kembali untuk dijadikan air minum lagi. "Toh, di atas 100 derajat Celsius semua kuman sudah mati. Jadi air ini tetap saja air yang layak kita minum," ujarnya.

Ah, sungguh mulia cara hidup dosen yang satu ini. Andai kata banyak di antara kita yang seperti dia, bumi ini pasti akan lebih indah lagi.

(Celestino Reda)

Add comment


Security code
Refresh

You are here: Artikel Arsip Artikel

Copyright © 2007-2010 www.biruvoice.com. All Right Reserved. Designed by Nur Cholikul Anwar.