biruvoice.com - Menambah Wawasan, Menghadirkan Keindahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Hot Update

Statement BIRU Voice sekitar 2 bulan yang lalu tentang pencemaran di celah Timor akibat kebocoran ladang minyak Montara, baru sekarang ditanggapi Preisden SBY. BIRU Voice mengharapkan pemerintah dapat membentuk Tim Independen yang tidak terkendala oleh birokrasi dan kepentingan politik, melainkan sungguh-sungguh dapat melakukan investigasi dan langkah-langkah yang cepat untuk membantu rakyat yang terkena akibat secara langsung.

 

Berita terkait:

UNDANGAN SEMINAR

 

Sebagai lembaga yang peduli pada masalah kepemudaan dan lingkungan hidup, BIRU VOICE bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga R.I. mengadakan Seminar dengan tema “Pembentukan Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda”.

Seminar tersebut dimaksudkan guna mewujudkan amanat Undang-Undang RI Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan, Pasal 51 mengenai pembentukan Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda.

Seminar diadakan pada Rabu, 7 Desember 2011, jam 12.00 – 15.00 WIB (didahului dengan makan siang), di Ruang Dieng, Hotel Kartika Chandra lantai 1, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.

 

Jadwal Acara Seminar

12.00-13.00 :   Registrasi, Makan Siang

13.00-13.15 :   Pembukaan

13.15-15.00 :   Sessi-I “Kelembagaan Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda

 

Narasumber:

AA Oka Mahendra, SH

Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian PAN dan RB *)

Kristiya Kartika, SH, M.Si

 

Moderator: Andara Rainy

15.00-15.15  :  Rehat Kopi

15.15-17.00  :  Sessi-II “Pengelolaan Keuangan Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda

 

Narasumber:

Deibel Effendi, Staf Ahli Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora

Ir. Mariatul Aini, MBA, Direktur HPP Dirjen Anggaran Kemenkeu RI

Dr. Eko Sembodo, MM, M.Ak

 

Moderator: Maria Kalaij

17.00-17.15  :   Penutupan

Atas perhatian dan kehadirannya mengikuti Seminar tersebut di atas, diucapkan terima kasih.


Salam,

Suryo Susilo


*) dalam konfirmasi


RSVP: Faisal Saleh 08159245644

Seminar tidak dipungut biaya (free of charge)

Pakaian: Batik / Bebas Rapih

 

http://www.biruvoice.com

 

Upaya Penanganan Isu Penyu di Bali

mengukur penyu
I.PENDAHULUAN
Pada tahun 1970 an, Bali dikenal sebagai daerah pengkonsumsi penyu terbesar di Indonesia.
Pada kurun waktu tersebut, yaitu pada tahun 1969 – 1999, kebutuhan penyu di Bali khususnya penyu hijau (Chelonia mydas) mencapai 19.628 ekor – 30.121 ekor per tahun. Saat itu, penyu hijau belum dilindungi. Namun demikian kondisi ini banyak mengundang protes dari berbagai pihak, bahkan Bali di juluki sebagai “daerah pembantai penyu terbesar di dunia “ dan banyak pihak yang mengancam akan memboikot pariwisata Bali. Hal ini tentunya menimbulkan citra negative bagi pariwisata Bali.

Akibat Kurang Dana, Konservasi Penyu Pulau Serangan Terancam Ditutup

pusat pendidkan...
Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu (TCEC) di Pulau Serangan, Denpasar Bali, terancam ditutup. Padahal sebagai lembaga konservasi TCEC telah mampu melakukan konservasi dan penyedaran terhadap masyarakat Bali akan kepunahan satwa langka penyu.

Kepala Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu (TCEC) Wayan Geriya ketika ditemui di Tanjung Bungkak (20/2) menyatakan TCEC terancam tutup karena tidak ada lagi bantuan dana operasional dari pemerintah provinsi Bali. TCEC juga selama ini tidak lagi mendapatkan pasokan telur dan tukik atau anak penyu dari Badan Konservasi dan Sumber daya Alam (BKSDA) Bali.

Perebutan Wilayah antara Manusia dan Alam

Sering kita dengar di pulau Sumatera , kawanan gajah masuk ke perkampungan atau merusak ladang-ladang petani. Bukan karena gajah suka merusak atau menyerang manusia, karena hewan ini bukan jenis yang agresif. Tetapi gajah-gajah itu hanya melintasi rute penjelajahan mereka yang sudah dilakukan puluhan tahun. Sementara ladang-ladang petani itu adalah baru dibuka beberapa tahun belakangan.

Fenomena di atas adalah representasi bagaimana perebutan wilayah antar manusia dengan alam (hewan, tanaman, air dsbnya). Manusia membutuhkan pertanian, perkebunan untuk kehidupannya, tetapi sering kali membuka hutan dengan tidak bijak. Hewan tersingkir, tanaman makin langka, konservasi air menipis, udara tercemar dan  seterusnya.  Akhir dari semua ini adalah bencana yang juga mengancam manusia…banjir, tanah longsor, kekeringan, kualitas hidup merosot.

Mengenal Burung-burung Migrasi

burung migrasi ...
Setiap pertengahan tahun, adalah musim ramai turis asing di Bali, terutama dari Australia. Kenapa? Karena saat itu adalah musim dingin di belahan bumi selatan, sekaligus musim libur. Maka orang-orang Australia pun menggunakan waktu liburan untuk pergi ke Bali, demi mendapatkan kehangatan matahari.

Ternyata tidak hanya manusia yang berpindah tempat, burung-burung pun melakukan ‘wisata’ ke Indonesia atau yang dikenal migrasi. Ada 2 arah migrasi burung, yaitu dari dari daerah utara (Rusia, Jepang, China) ke selatan (Indonesia, Filipina) dan dari selatan (Australia) ke utara (Indonesia, Filipina). Tetapi jalur selatan ini jumlahnya sedikit dan masih jarang penelitian dan pengamatan burung yang melaporkan jalur migrasi dari selatan ini.

Halaman 1 dari 8

You are here: Home

Copyright © 2007-2010 www.biruvoice.com. All Right Reserved. Designed by Nur Cholikul Anwar.