I.PENDAHULUAN
Pada tahun 1970 an, Bali dikenal sebagai daerah pengkonsumsi penyu terbesar di Indonesia.
Pada kurun waktu tersebut, yaitu pada tahun 1969 – 1999, kebutuhan penyu di Bali khususnya penyu hijau (Chelonia mydas) mencapai 19.628 ekor – 30.121 ekor per tahun. Saat itu, penyu hijau belum dilindungi. Namun demikian kondisi ini banyak mengundang protes dari berbagai pihak, bahkan Bali di juluki sebagai “daerah pembantai penyu terbesar di dunia “ dan banyak pihak yang mengancam akan memboikot pariwisata Bali. Hal ini tentunya menimbulkan citra negative bagi pariwisata Bali.
Upaya Penanganan Isu Penyu di Bali
Akibat Kurang Dana, Konservasi Penyu Pulau Serangan Terancam Ditutup
Kepala Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu (TCEC) Wayan Geriya ketika ditemui di Tanjung Bungkak (20/2) menyatakan TCEC terancam tutup karena tidak ada lagi bantuan dana operasional dari pemerintah provinsi Bali. TCEC juga selama ini tidak lagi mendapatkan pasokan telur dan tukik atau anak penyu dari Badan Konservasi dan Sumber daya Alam (BKSDA) Bali.
Perebutan Wilayah antara Manusia dan Alam
Sering kita dengar di pulau Sumatera , kawanan gajah masuk ke perkampungan atau merusak ladang-ladang petani. Bukan karena gajah suka merusak atau menyerang manusia, karena hewan ini bukan jenis yang agresif. Tetapi gajah-gajah itu hanya melintasi rute penjelajahan mereka yang sudah dilakukan puluhan tahun. Sementara ladang-ladang petani itu adalah baru dibuka beberapa tahun belakangan.
Fenomena di atas adalah representasi bagaimana perebutan wilayah antar manusia dengan alam (hewan, tanaman, air dsbnya). Manusia membutuhkan pertanian, perkebunan untuk kehidupannya, tetapi sering kali membuka hutan dengan tidak bijak. Hewan tersingkir, tanaman makin langka, konservasi air menipis, udara tercemar dan seterusnya. Akhir dari semua ini adalah bencana yang juga mengancam manusia…banjir, tanah longsor, kekeringan, kualitas hidup merosot.
Mengenal Burung-burung Migrasi
Ternyata tidak hanya manusia yang berpindah tempat, burung-burung pun melakukan ‘wisata’ ke Indonesia atau yang dikenal migrasi. Ada 2 arah migrasi burung, yaitu dari dari daerah utara (Rusia, Jepang, China) ke selatan (Indonesia, Filipina) dan dari selatan (Australia) ke utara (Indonesia, Filipina). Tetapi jalur selatan ini jumlahnya sedikit dan masih jarang penelitian dan pengamatan burung yang melaporkan jalur migrasi dari selatan ini.
SMK Daarul Fataa: Tanamkan Cinta Lingkungan Hidup Sejak Dini
SMK Daarul Fataa Bojonggede, Bogor
Bagi penduduk Kabupaten Bogor, nama Perguruan Daarul Fataa sudah tidak asing lagi. Lembaga ini termasuk senior dibandingkan lembaga pendidikan lain yang baru bermunculan. Perguruan yang berada di bawah naungan Yayasan Daarul Fataa ini memiliki satuan pendidikan dari berbagai tingkatan, salah satunya SMK Daarul Fataa. SMK yang berdiri sejak tahun 1997 ini, termasuk salah satu lembaga pendidikan yang begitu peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Artikel yang lain...
- SMK Negeri 29 Jakarta: Berkarya Lewat Green Student
- Kawasan Puncak Harus Ditertibkan
- Budidaya Rumput Laut
- Pemerintah Akan Bongkar Vila – Vila
- Ketakutan yang Berbuah Juara
- Seriuskah Pemerintah Menangani Perubahan Iklim?
- Ada 12 Hal Yang Bisa Anda Lakukan SEKARANG.
- Penghemat Listrik Pada Eskalator
- LSM Biru Voice Demo Ke Kedutaan Australia
Halaman 1 dari 8










'Kamu menendang seperti anak perempuan', omongan seperti itu mungkin pernah diucapkan jika laki-laki menendang bola dengan pelan. Kalimat ini mungkin ada benarnya, karena gaya menendang laki-laki dan perempuan berbeda.
Tubuh biasanya akan memberikan respons penolakan, seperti infeksi atau luka bila ada benda asing yang masuk ke tubuh. Tapi seorang pria di Jerman tidak sadar ada peluru yang bersarang di kepalanya sejak lima tahun yang lalu.
Beberapa serangga seperti belalang atau ulat diklaim memiliki rasa yang enak setelah digoreng. Tapi bagi penderita asma sebaiknya tidak mengonsumsi serangga goreng ini, karena bisa memperburuk kondisinya.
Kandungan kortisol atau hormon stres di rambut lebih akurat untuk menentukan risiko serangan jantung. Dibandingkan di dalam darah atau cairan tubuh lainnya, hormon tersebut bertahan lebih lama di bagian rambut.
Secara psikologis manusia memiliki tipe kepribadian yang berbeda-beda. Dalam sebuah studi, terbukti bahwa orang yang memiliki sifat agresif memiliki risiko tinggi terhadap tekanan darah tinggi (hipertensi) dan stroke. 
